Jakarta. Transnewe.co.id – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Durikosambi terus memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan aset transmisi dan keberlangsungan layanan kelistrikan kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan pelatihan dan simulasi pemadam kebakaran yang diikuti oleh pegawai dan tenaga alih daya di lingkungan kerja UPT Durikosambi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi PLN dalam meningkatkan kesiapsiagaan personel menghadapi kondisi darurat sekaligus memperkuat kompetensi sumber daya manusia dalam pengelolaan risiko operasional. Melalui pelatihan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai potensi bahaya kebakaran, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), prosedur tanggap darurat, hingga langkah-langkah evakuasi yang aman dan terkoordinasi.
Selain pembekalan teori, peserta juga mengikuti simulasi lapangan dengan skenario yang dirancang menyerupai kondisi nyata. Melalui praktik langsung tersebut, personel diharapkan mampu mengambil tindakan cepat, tepat, dan efektif dalam menghadapi situasi darurat sehingga potensi risiko terhadap keselamatan pekerja maupun aset ketenagalistrikan dapat diminimalkan.
Manager PLN UPT Durikosambi, Taufik Rossal Sukma, menyampaikan bahwa aspek keselamatan kerja merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan operasional dan keandalan aset transmisi.
Pelatihan dan simulasi pemadam kebakaran ini merupakan wujud komitmen PLN UPT Durikosambi dalam membangun budaya keselamatan yang kuat. Kesiapan personel dalam menghadapi kondisi darurat menjadi faktor penting untuk menjaga keandalan aset transmisi dan memastikan pasokan listrik kepada masyarakat tetap terjaga. Dengan budaya K3 yang semakin kuat, kami optimistis dapat terus mendukung kinerja perusahaan yang unggul dan berkelanjutan, ujar Taufik.
Sementara itu, General Manager PLN UIT JBB, Himmel Sihombing, menegaskan bahwa keberhasilan PLN dalam menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan tidak terlepas dari konsistensi penerapan K3 pada setiap proses bisnis perusahaan.
PLN UIT JBB terus mencatatkan kinerja positif dalam pengelolaan aset transmisi guna menjaga keandalan pasokan listrik bagi pelanggan. Capaian tersebut didukung oleh komitmen seluruh insan PLN yang selalu mengedepankan aspek keselamatan dalam setiap pekerjaan. Kami meyakini bahwa budaya K3 yang kuat merupakan kunci untuk menjaga keandalan sistem, meningkatkan kinerja perusahaan, serta memastikan seluruh pekerjaan dapat dilaksanakan secara aman, produktif, dan berkelanjutan,” kata Himmel.
Pelatihan dan simulasi ini menjadi bagian dari implementasi budaya kerja PLN yang menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional.
Melalui peningkatan kompetensi dan kesiapsiagaan personel, PLN berharap dapat terus memperkuat pengelolaan aset transmisi, meminimalkan risiko gangguan operasional, serta mendukung penyediaan tenaga listrik yang andal bagi masyarakat.
Ke depan, PLN UPT Durikosambi akan terus mendorong berbagai program penguatan budaya K3 dan pengembangan kompetensi pegawai sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan sistem transmisi dan mendukung transformasi PLN menuju perusahaan energi yang semakin tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.











