Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Gubernur Jatim Lantik DPC HKTI se-Jatim

LOGOS TNbadge-check


					Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat melantik 15 Dewan DPC HKTI Jatim, sekaligus membuka  Rapat Kerja Daerah HKTI, di Gedung Negara Grahadi, Selasa (22/3/2022). Perbesar

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat melantik 15 Dewan DPC HKTI Jatim, sekaligus membuka Rapat Kerja Daerah HKTI, di Gedung Negara Grahadi, Selasa (22/3/2022).

Surabaya, Transnews.co.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melantik 15 Dewan Pengurus Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jatim, sekaligus membuka Rapat Kerja Daerah HKTI, di Gedung Negara Grahadi, Selasa (22/3/2022).

Dikatakannya, HKTI punya peran luar biasa, begitu juga kelompok tani sehingga Indonesia bisa swasembada beras saat pandemi. Gubernur Jawa Timur menyampaikan jika dalam sepuluh tahun terakhir, Jawa Timur terbebas dari kemiskinan pada 2021. “Penurunan kemiskinan paling tinggi di Jawa Timur hingga sebesar 1,37 persen, ini karena karena peran petani,” katanya.

Menurutnya, pengurus HKTI Jatim mampu tetap menjaga kekuatan petani. Soal pupuk yang selalu menjadi permasalahan saat musim tanam, perangkatnya juga akan segera melakukan pemetaan bersama. “Nanti tolong di Rakerda, semua permasalahan petani yang ada bisa didetailkan,” pesannya.

Ketua Umum HKTI, Moeldoko,mengingatkan kepada semua pengurus HKTI Jatim agar bisa terus bersinergi dengan semua pihak, serta menjadi partner strategik dengan pemerintah. “HKTI harus bisa bekerja bersama-sama, semangat harus tetap ada, membangun kolaborasi dengan semua pihak untuk membawa kesejahteraan petani,” katanya.

Selain itu, HKTI juga harus mampu menjadi Bridging, jembatan dengan semua pihak agar tujuan organisasi dapat segera terwujud. “HKTI harapan baru bagi para petani, jangan Not Action Talk Only,” tambahnya.

Sebagai informasi, di Jatim terdapat 7.724 desa, dengan rincian : 697 desa mandiri, 3.283 desa maju, 3742 desa berkembang, satu desa tertinggal, satu desa sangat tertinggal. Sementara 2 desa di Sidoarjo secara de facto tidak memenuhi syarat sebagai desa yaitu Desa renokenongo, Kecamatan Porong (tertinggal), Desa Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin (sangat tertinggal).(hd)

Baca Lainnya

FKPM Mambak Kecam Akun Facebook yang Rendahkan Martabat Ratu Kalinyamat Jepara

3 February 2026 - 23:05

Pekerja Bangunan di Jepara Dilarikan ke RSUD Kartini Usai Tersengat Listrik di Atap Gudang SPPG Lebuawu

3 February 2026 - 23:02

Temuan Tonggak Penebangan di Beteng Portugis Picu Pertanyaan Tata Kelola Cagar Budaya

3 February 2026 - 22:58

Gebyar Literasi Anak Meriahkan Harjasda ke-167, Tanamkan Budaya Menabung dan Cinta Sidoarjo Sejak Dini

3 February 2026 - 22:52

News Trending DAERAH