Menu ✖

Otomatis

DAERAH

Terkait Ujian Akhir Siswa, SMK BMS Tidak Mencerminkan Lembaga Pendidikan

LOGOS TNbadge-check

Terkait Ujian Akhir Siswa, SMK BMS Tidak Mencerminkan Lembaga Pendidikan Perbesar

TN.BOGOR l — Ujian akhir sekolah adalah pintu gerbang kelulusan siswa, sehingga menjadi hal penting untuk diikuti oleh siswa itu sendiri. Oleh karena itu, antara siswa dan pihak sekolah harus bekerjasama demi meningkatkan indek prestasi siswa menjelang akhir sekolah.

Masalah administrasi memang menjadi penting. Tetapi bukan menjadi penghalang proses belajar mengajar. Namun di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bogor Muhidin School (BMS), yang beralamat di Jl. Kh. Ahmad Sya’yani Kp. Masjid – Kelurahan Mekar Wangi Kec. Tanah Sareal Kota Bogor sangat meresahkan Wali Murid. Dimana masalah tunggakan administrasi sekolah jadi penghambat proses belajar Mengajar.

“Ini sangat disayangkan, karena masalah adminstrasi kan urusan orang tua, jadi itu semua bisa dibicarakan. Yang terpenting abak tetap sekolah dan mengikuti ujian,” terang Wali Murid yang masih memiliki tunggakan adminstrasi.

Tata Usaha SMK BMS – Tya.

Ketika dikomfirmasi terkait hal tersebut, bagian Tata Usaha Tya menjelaskan, bahwa itu sudah peraturan sekolah. Bahkan ketika Wali Murid datang kesekolahan untuk minta kemudahan, usai itu pihak sekolah bertindak arogan dengan membanting pintu dan menghempas kartu ujian siswa tanda ketidak sukaan.

Bukan hanya itu, SMK BMS seringkali membully siswanya yang belum lunas adminstrasi dengan dipisahkan dalam lapangan sekolah.

“Tindakan tersebut tidak mencerminkan lembaga pendidikan yang harus memberikan kekuatan mental dalam mendidik. Ini malah sebaliknya,” kata Wali Murid yang kecewa terhadap tindakan pihak sekolah.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor – Hanafi – dalam setiap kegiatan menekankan bahwa proses belajar mengajar di sekolah pihak sekolah harus menjadi pendorong prestasi siswa.

“Bila ada sekolah yang bertindak sebaliknya harus diberi catatan,” kata Hanafi.

Begitupun dalam menghadapi ujian akhir sekolah, Hanafi menekankan kepada setiap sekolah untuk mempermudah urusan sekolahnya.

“Jangan sampai masalah administrasi (tunggakan pembayaran), pihak sekolah tidak mementingkan proses belajar. Dan kalau itu sampai terjadi kita akan tindak. Karena urusan adminstrasi adalah urusan orang tua, tugas siswa adalah belajar,” kata Hanafi mengakhiri.*** (PG)

 

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Suplai PDAM Menurun, PMI Blitar Glontorkan 12 Ribu Liter Air ke Puskesmas Wonotirto 

6 Okt 2026 - 18:11 WIB

Suplai PDAM Menurun, PMI Blitar Glontorkan 12 Ribu Liter Air ke Puskesmas Wonotirto 

Proyek Jembatan Candinegoro Molor 9,94 Persen, Bupati Subandi Paksa Kontraktor Kerja 24 Jam

6 Okt 2026 - 18:09 WIB

Proyek Jembatan Candinegoro Molor 9,94 Persen, Bupati Subandi Paksa Kontraktor Kerja 24 Jam

Sekda Kota Depok Puji Capaian Roidah A’isyi Shofwah di Adujaknas 2026

5 Okt 2026 - 14:48 WIB

Sekda Kota Depok Puji Capaian Roidah A’isyi Shofwah di Adujaknas 2026

Bupati Subandi Minta Pelebaran Jalan Simpang Polsek Jabon Segera Dikerjakan

4 Okt 2026 - 17:23 WIB

Bupati Subandi Minta Pelebaran Jalan Simpang Polsek Jabon Segera Dikerjakan

Bupati Subandi Blusukan ke Jabon, Perbaiki RTLH dan Serahkan Bantuan 

3 Okt 2026 - 17:07 WIB

Bupati Subandi Blusukan ke Jabon, Perbaiki RTLH dan Serahkan Bantuan 

Progres Pembangunan Pasar Kesamben Blitar Capai 65,27 Persen, Menunjukkan Perkembangan Positif

2 Okt 2026 - 21:51 WIB

Progres Pembangunan Pasar Kesamben Blitar Capai 65,27 Persen, Menunjukkan Perkembangan Positif
Trending di DAERAH