Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Harga Ubi Madu Di Tasmala Merosot

LOGOS TNbadge-check

Inilah Puding berbahan dasar Ubi Madu yang mulai diproduksi Petan Cigalontang khas Tasikmalaya.(Photo-WH)

Tasikmalaya, TransNews-Para petani Ubi Madu di Desa Sinaraja dan Desa Lengkongjaya Kecamatan Cigalontang, kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, mengeluhkab akibat harga ubi madu, merosot cukup signifikan.

Jika tiga bulan lalu, harga ubi di Petani 4 rubu rupiah, per kilo, bulan Juli ini harga di petani berkisar 1.000 rupiah, hingga 1.500 rupiah per kilonya.

” Tiga bulan terakhir ini memang harga ubi madu terus merosot hingga mencapai 1000 rupiah. Stok ubi yang ada terpaksa kami endapkan agar harga kembali stabil, ” Ujar Endang (50) seorang Petani Ubi Madu didesa Sirnaraja,Sabtu (20/7/19).

Akibat merosotnya harga ubi, kata Endang, petani merugi puluhan juta rupiah, karena biaya produksi tanam hingga panen tidak tertutupi dengan harga jual ubi di pasaran.

” Jelas kami merugi, karena harga jual rendah di banding biaya tanam, hingga pasca panen,” Ujar Endang, seraya berharap ada solusi dari Pemerintah Daerah terkait harga ubi.

Pengamat perubian Ubi Madu Tasikmalaya, Wawan Herdiawan, terkait merosotnya harga Ubi Madu, saat ditemui dibilangan Cigalontang, Sabtu siang (20/7/19) mengungkapkan, diakuinya pasokan ubi madu saat ini dari petani memang sedang panen dan stok melimpah.

” Logikanya jika stok melimpah apapun produk pertanian pasti harga pun berpengaruh dan turun serta berimbas kepada para petani,” Paparnya.

Kata Wawan, ada solusi agar harga ubi kembali mendekati stabil, diantaranya stok ubi madu yang ada, di buat berbagai jenis panganan khas Tasikmalaya, seperti Brownies Ubi Madu, Puding Ubi Madu dan Tepung Ubi Madu. Jika stok ubi madu, dibuat industri rumahan khas panganan tersebut, diyakini harga ubi madu secara bertahap kembali stabil.

” Makanya dalam hal ini semua stakholder harus urun rembug terkait permasahan harga ubi, sehingga kedepannya petani ubi sejahtera,” Jelasnya.

Wawan menambahkan, produksi panganan khas dari bahan Ubi Madu, seperti Brownies Ubi Madu, Puding dan Tepung Ubi, sudah di coba di produksi di Cigalontang bahkan hasilnya bisa diterima masyarakat.Tinggal bagaimana pemerintah menyikapinya.

” Hasilnya lumayan cukup menjanjikan, tinggal regulasinya saja yang perlu dipikirkan oleh pemerintah daerah, ” Tandasnya. (WH/HL)

Baca Lainnya

Atasi Lonjakan Distribusi Barang, Peneliti UPER Raih Pendanaan RIIM KI untuk Kembangkan Kendaraan Otonom Logistik

20 Maret 2026 - 10:57

Pengamanan Obvitnas PLN UPT Cikupa Siaga Jelang Libur Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 H

19 Maret 2026 - 22:12

Dugaan Oknum TNI Terlibat Penyiraman Air Keras, BEM PSI: Jangan Lindungi Pelaku!

19 Maret 2026 - 18:52

Gubernur Khofifah Siagakan OPD Hadapi Mudik Lebaran 2026, WFA Diterapkan Tanpa Ganggu Layanan Publik

18 Maret 2026 - 20:02

News Trending DAERAH