Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PERISTIWA

Menteri LHK RI Hanif Faisol Kunjungi Arboretum Sumber Brantas

LOGOS TNbadge-check


					Menteri LHK RI Hanif Faisol Kunjungi Arboretum Sumber Brantas Perbesar

Menteri LHK RI Hanif Faisol Kunjungi Arboretum Sumber Brantas

MALANG, transnews.co.id – Upaya pelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas kembali mendapat sorotan dari pemerintah pusat. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja ke Arboretum Sumber Brantas, Desa Sumberbrantas, Kota Batu yang dikenal sebagai titik nol Sungai Brantas.

Dalam kunjungannya tersebut, Menteri Hanif melakukan aksi simbolis penanaman pohon serta meminum langsung air dari mata air Sumber Brantas.

Aksi ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya air nasional.

“Kawasan hulu harus tetap dijaga kelestariannya. Sungai harus dibersihkan dan dikembalikan sebagai sumber utama air bersih bagi masyarakat,”

“Masyarakat tidak bisa terus menerus bergantung pada air tanah,” tegas Menteri Hanif dalam keterangan tertulis, Kamis (17/7/2025).

Ia menambahkan, bahwa mata air Sumber Brantas merupakan salah satu sumber utama air bersih bagi masyarakat di wilayah Jawa Timur, dari Batu hingga Surabaya.

Sebagai pengelola Arboretum Sumber Brantas dan pemegang mandat pengelolaan Sungai Brantas, Perum Jasa Tirta I (PJT I) menyambut kunjungan ini sebagai bentuk penguatan sinergi pelestarian kawasan hulu.

DAS Brantas sendiri, merupakan salah satu yang terpenting di Indonesia, mengaliri 17 kabupaten/kota di Jawa Timur dan memasok kebutuhan air lebih dari 20 juta penduduk.

Sementara itu, Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat, menegaskan pentingnya menjaga hulu sebagai langkah fundamental menjaga kelangsungan hidup masyarakat di wilayah hilir.

“Sumber Brantas adalah titik awal kehidupan. Menjaga hulunya berarti menjaga sistem yang bergantung padanya air minum, pertanian, hingga pembangkit listrik,”

“Kegiatan hari ini menjadi pengingat sekaligus penguat semangat untuk terus menjaga alam,” ujar Fahmi.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, dilakukan penanaman 100 bibit pohon sebagai upaya memperkuat struktur tanah dan menambah tutupan vegetasi di kawasan arboretum.

Arboretum Sumber Brantas, tak hanya menjadi daerah tangkapan air, tetapi juga dikembangkan sebagai hutan konservasi dengan lebih dari 200 jenis flora dan fauna yang hidup di dalamnya.

PJT I secara berkelanjutan menjalankan program konservasi dan rehabilitasi wilayah hulu, mulai dari perlindungan mata air, pembangunan sumur resapan, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar. “Konservasi tidak bisa dilakukan sendiri,”

“Butuh kolaborasi lintas sektor. Kunjungan Menteri LHK hari ini membuktikan bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” tambah Fahmi.

Baca Lainnya

Jakarta Peringkat 2 Dunia Penyumbang Metana, Pakar UPER: Alarm Bom Waktu Iklim!

2 Mei 2026 - 15:18

BPK dan DPR RI Sosialisasikan Akuntabilitas Dana Desa di Pasuruan, Ratusan Kades Hadir

1 Mei 2026 - 18:40

Wabub Sidoarjo Lantik Tiga Organisasi Alumni HMI, Ajak Perkuat Sinergi Pembangunan

1 Mei 2026 - 18:38

Kasatlantas Polres Jepara Ajak Insan Pers Bersinergi Wujudkan Lalu Lintas Tertib

1 Mei 2026 - 18:30

News Trending DAERAH