Jakarta, Transnews.co.id – Dalam semangat memperingati Hari Pelanggan Nasional, PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Pulogadung memperkuat sinergi dengan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Administrasi Jakarta Timur. Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya PLN meningkatkan kesiapsiagaan, keselamatan, dan efektivitas penanganan kondisi darurat yang berpotensi terjadi di sekitar instalasi ketenagalistrikan.
Sinergi lintas instansi tersebut menjadi wujud komitmen PLN dalam memberikan layanan kelistrikan yang tidak hanya andal, tetapi juga aman bagi masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan keadaan darurat. Melalui koordinasi bersama, PLN dan petugas pemadam kebakaran menyelaraskan pemahaman mengenai karakteristik instalasi ketenagalistrikan serta prosedur penanganan kondisi darurat yang aman, cepat, dan tepat.
Dalam kegiatan tersebut, PLN memberikan pengenalan terhadap sejumlah objek vital dan instalasi ketenagalistrikan yang berada di wilayah kerja UPT Pulogadung. Pengenalan mencakup infrastruktur transmisi, antara lain tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) serta Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT).
Pemahaman terhadap karakteristik dan keberadaan instalasi tersebut menjadi penting bagi petugas di lapangan, khususnya dalam menentukan langkah penanganan yang tepat dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan kelistrikan.
Selain pengenalan instalasi, PLN bersama Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Administrasi Jakarta Timur juga melakukan pembahasan mengenai prosedur penanganan dan pemadaman apabila terjadi kondisi darurat di sekitar instalasi yang masih bertegangan. Aspek yang dibahas meliputi penentuan jarak aman, identifikasi sumber listrik, mekanisme komunikasi dengan petugas PLN, hingga langkah-langkah penanganan untuk meminimalkan risiko terhadap petugas maupun masyarakat.
Untuk semakin memperkuat efektivitas koordinasi, kedua pihak juga membahas penetapan Person in Charge (PIC) dari masing-masing instansi. Dari sisi PLN, PIC melibatkan UPT Pulogadung dan Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG), sedangkan dari pihak Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan ditetapkan PIC sesuai dengan wilayah kerja.
Keberadaan PIC diharapkan dapat mempercepat alur komunikasi, koordinasi, dan pengambilan keputusan ketika terjadi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan secara bersama-sama.
General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB), Himmel Sihombing, mengatakan bahwa penguatan sinergi dengan stakeholder merupakan bagian penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus memastikan aspek keselamatan menjadi prioritas dalam setiap kondisi.
“Keandalan listrik tidak dapat dipisahkan dari aspek keselamatan dan kesiapsiagaan. Karena itu, PLN terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai stakeholder, termasuk jajaran pemadam kebakaran, agar setiap potensi kondisi darurat dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Sinergi ini menjadi semakin bermakna dalam momentum Hari Pelanggan Nasional karena pada akhirnya seluruh upaya tersebut bermuara pada satu tujuan, yaitu memberikan pelayanan kelistrikan yang andal, aman, dan memberikan rasa nyaman kepada pelanggan serta masyarakat,” ujar Himmel.
Sementara itu, Manager UPT Pulogadung, Rizal Pahlevi, menyampaikan bahwa koordinasi dengan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Administrasi Jakarta Timur menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di sekitar instalasi ketenagalistrikan.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional PLN. Melalui sinergi ini, kami ingin memastikan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai karakteristik instalasi ketenagalistrikan dan prosedur keselamatan yang harus diperhatikan ketika terjadi kondisi darurat. Dengan komunikasi yang cepat dan tepat, risiko dapat diminimalkan sehingga keselamatan petugas dan masyarakat tetap terjaga,” ujar Rizal.
Kepala Subbag Tata Usaha Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Administrasi Jakarta Timur, Ainie Nur Ainayya, ST, menyambut baik sinergi yang dibangun bersama PLN. Menurutnya, pemahaman terhadap karakteristik instalasi ketenagalistrikan menjadi aspek penting bagi petugas dalam melaksanakan penanganan kondisi darurat secara aman dan efektif.
“Sinergi dan komunikasi lintas instansi sangat penting dalam penanganan kondisi darurat, khususnya yang berkaitan dengan instalasi ketenagalistrikan. Dengan adanya pemahaman mengenai objek dan potensi risiko di lapangan, petugas dapat mengambil langkah penanganan yang lebih tepat dengan tetap mengutamakan keselamatan. Kami berharap koordinasi yang telah dibangun bersama PLN ini dapat terus diperkuat sehingga respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat, terarah, dan aman bagi petugas maupun masyarakat,” ujar Ainie.
Penguatan sinergi ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen PLN untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai stakeholder dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang aman dan andal. Momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi pengingat bagi PLN untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, kesiapan operasional, serta perlindungan terhadap keselamatan masyarakat di sekitar infrastruktur ketenagalistrikan.
Dengan koordinasi yang semakin kuat antara PLN dan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Administrasi Jakarta Timur, penanganan kondisi darurat diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, terkoordinasi, dan mengedepankan keselamatan. Upaya tersebut sekaligus mendukung terjaganya keandalan sistem dan kontinuitas pasokan listrik bagi pelanggan.









Komentar ditutup.