Semarang, Transnews.co.id – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) kembali menorehkan prestasi di bidang inovasi keberlanjutan melalui keberhasilan inovasi LESTARI (Leading Innovation for SF6 Regeneration Towards Sustainability, Zero Procurement and Eco Cost-Saving) meraih predikat GOLD pada kategori Eco-Cycle Innovation dalam Penganugerahan Eco-Tech Pioneer and Sustainability Award (EPSA) 2026 yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro di The Suri Ballroom, Semarang. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan yang dinilai berhasil menerapkan inovasi teknologi untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.
Penganugerahan ini dihadiri oleh Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara Kementerian Lingkungan Hidup Dr. Edward Nixon Pakpahan, S.T., M.Sc., Ph.D., Rektor Universitas Diponegoro Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. serta berbagai kalangan pemerintah, akademisi, dan dunia industri.
LESTARI merupakan inovasi PLN UIT JBB yang mengubah pengelolaan gas Sulfur Hexafluoride (SF6) dari pola linier (menggunakan dan menyimpan) menjadi sistem ekonomi sirkular (mengumpulkan, memulihkan, dan menggunakan kembali) melalui proses regenerasi atau purifikasi gas bekas sehingga dapat digunakan kembali pada peralatan transmisi. Melalui inovasi ini, gas SF6 yang sebelumnya mengalami penurunan kualitas setelah digunakan pada peralatan transmisi tidak lagi hanya disimpan sebagai sisa operasional, tetapi dipulihkan kualitasnya agar dapat dimanfaatkan kembali sesuai standar yang berlaku serta mampu memperpanjang siklus hidup material strategis, mengurangi ketergantungan terhadap pengadaan gas baru, sekaligus menekan potensi emisi gas rumah kaca.
General Manager PLN UIT Jawa Bagian Barat, Himmel Sihombing, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi yang memberikan dampak berkelanjutan bagi lingkungan maupun operasional perusahaan.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi LESTARI mampu menghadirkan solusi teknologi yang berdampak bagi keberlanjutan. Capaian ini menjadi motivasi bagi PLN UIT JBB untuk terus berinovasi, menciptakan efisiensi, menjaga lingkungan, dan menghadirkan nilai bagi masa depan energi Indonesia.”
Untuk mendukung implementasinya, PLN UIT JBB memanfaatkan Separating Plant SF6, yaitu fasilitas yang berfungsi memurnikan gas SF6 sehingga kembali memenuhi standar kualitas untuk digunakan kembali, serta sistem digital Recycling Center SF6 yang membantu memantau seluruh proses pengelolaan. Pemantauan dilakukan mulai dari pencatatan gas yang diterima, proses pemulihan kualitas, hingga distribusi kembali ke unit-unit operasional. Sistem ini memastikan setiap tahapan dapat ditelusuri secara transparan sehingga pengelolaan sumber daya menjadi semakin efektif dan akuntabel.
Keberhasilan program ini tercermin dari hasil nyata yang telah dicapai. Hingga tahun 2026, PLN UIT JBB berhasil memulihkan sekitar 97 persen gas SF6 yang dikelola menjadi gas yang dapat digunakan kembali. Hasil pemanfaatan tersebut telah mendukung kebutuhan operasional di berbagai Unit Pelaksana Transmisi, sekaligus menghasilkan cadangan gas operasional yang memperkuat keandalan pasokan. Dampak positif LESTARI juga dirasakan dari sisi lingkungan dan efisiensi perusahaan. Inovasi ini berhasil menghasilkan carbon saving setara sekitar 243.530,5 ton CO₂e, sekaligus menciptakan eco-cost saving lebih dari Rp 3,37 miliar melalui pengurangan kebutuhan pengadaan gas baru.
Pencapaian tersebut memperkuat kontribusi PLN UIT JBB terhadap implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 9, 12, dan 13 melalui inovasi industri, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta aksi nyata dalam penanganan perubahan iklim.
Melalui penghargaan ini, PLN UIT Jawa Bagian Barat menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan inovasi yang tidak hanya meningkatkan keandalan sistem ketenagalistrikan, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi lingkungan dan mendukung transisi menuju masa depan energi yang lebih berkelanjutan.









Komentar ditutup.