Menu ✖

Otomatis

DAERAH

Pembangunan SRT 2 Kota Pasuruan Rampung Lebih Cepat, Siap Tampung 1.000 Siswa

Avatar photobadge-check

Pembangunan SRT 2 Kota Pasuruan Rampung Lebih Cepat, Siap Tampung 1.000 Siswa Perbesar

PASURUAN, transnews.co.id – Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Pasuruan yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya telah rampung secara keseluruhan pada 28 Juli 2026.

Penyelesaian tersebut lebih cepat dari jadwal Provisional Hand Over (PHO) dalam kontrak pekerjaan yang ditetapkan pada akhir Agustus 2026.

Koordinator Wilayah Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pasuruan, Krisma, melalui Bidang Humas, Joni, mengatakan seluruh pekerjaan fisik pembangunan sekolah telah selesai sesuai dengan target percepatan yang dilakukan.

“Dalam kontrak paket pekerjaan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pasuruan, PHO dijadwalkan pada akhir Agustus 2026. Namun, pada 28 Juli 2026 pembangunan sudah selesai secara keseluruhan,” terang Joni, Sabtu (17/10/2026).

Wartawan transnews.co.id saat wawancara bersama Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pasuruan. Sabtu (17/10/2026)

Ia menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Provinsi Jawa Timur tersebar di 19 titik lokasi. SRT 2 Kota Pasuruan menjadi salah satu lokasi yang telah menyelesaikan seluruh pekerjaan fisiknya dan kini memasuki masa pemeliharaan selama satu tahun.

SRT 2 Kota Pasuruan berdiri di atas lahan seluas 7,3 hektare yang berlokasi di Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur. Sekolah tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 1.000 peserta didik.

Sementara itu, Kepala SRT 2 Kota Pasuruan, Yuli Prihatini, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin sekolah tersebut.

Yuli mengaku tidak menyangka mendapat amanah sebagai kepala sekolah dengan fasilitas yang dinilainya sangat baik dan megah dibandingkan dengan sekolah tempatnya mengajar sebelumnya.

“Saya seperti bermimpi, dari guru biasa langsung diberi amanah dan kepercayaan sebagai kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pasuruan yang sebesar dan semewah ini dibandingkan dengan sekolah tempat saya mengajar sebelumnya,” ujarnya.

Menurut Yuli, fasilitas yang disediakan pemerintah diharapkan dapat mendukung upaya mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas. Ia juga mengaku bangga karena Kota Pasuruan memiliki fasilitas pendidikan yang memadai melalui program Sekolah Rakyat.

Meski demikian, ia berharap fasilitas pendidikan serupa juga dapat diberikan kepada sekolah-sekolah umum lainnya agar kualitas penyelenggaraan pendidikan semakin merata dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial.

Dari sisi jumlah peserta didik, Yuli menyampaikan bahwa pada awalnya SRT 2 Kota Pasuruan menampung 312 siswa dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA). Namun, pada Sabtu (17/10/2026), jumlah tersebut bertambah menjadi 370 siswa.

Saat ini, sekolah tersebut didukung oleh 38 tenaga pengajar. Menurut Yuli, jumlah guru yang tersedia masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran saat ini.

Ia menambahkan, rekrutmen tenaga pengajar pada 2025 melibatkan 12 guru, terdiri atas 11 guru umum dan satu guru Pendidikan Agama Islam. Sementara itu, pada 2026, rekrutmen kembali dilakukan dengan melibatkan lebih dari 24 tenaga pengajar.

Adapun penerimaan peserta didik mengikuti ketentuan Kementerian Sosial dengan mengacu pada kelompok desil 1 dan desil 2, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.

Manfaat program tersebut juga dirasakan langsung oleh para orang tua siswa. Suhartatik, wali murid kelas VIII yang tinggal di Jalan KH Abdul Hamid, Kota Pasuruan, mengaku bersyukur anaknya mendapat kesempatan bersekolah di SRT 2 Kota Pasuruan.

Wartawan transnews.co.id bersama bersama mahasiswi Unhan RI di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pasuruan. Sabtu (17/10/2026)

Ia mengatakan, sejak bersekolah di sana, anaknya menunjukkan perubahan positif, terutama dalam kedisiplinan menjalankan ibadah.

“Dulu anak saya tidak disiplin melaksanakan shalat. Setelah masuk Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pasuruan, sekarang shalat lima waktunya lebih rajin dan disiplin. Selain itu, mengajinya juga mengalami perubahan yang cukup baik,” ungkapnya.

Suhartatik berharap seluruh siswa dapat terus berkembang dan memiliki masa depan yang lebih baik melalui pendidikan. Ia juga menilai program Sekolah Rakyat memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak.

“Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pasuruan bisa mengangkat derajat orang tua. Saya dan bapaknya saja tidak memiliki ijazah SD. Alhamdulillah, sekarang anak saya bisa bersekolah seperti ini. Terima kasih banyak kepada Presiden Prabowo,” ucapnya haru.

Kebahagiaan serupa dirasakan Nafi, siswa kelas VIII asal Desa Sebani, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Ia mengaku senang dapat bersekolah di SRT 2 Kota Pasuruan. Ia juga menyebutkan bahwa siswa baru diperbolehkan dijenguk dan dikunjungi orang tua setelah dua pekan.

Sementara itu, Nizam, siswa kelas VIII asal Desa Tamanan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, mengaku senang bersekolah di tempat tersebut karena kebutuhan hidup dan keperluan sekolah telah disediakan.

Keberadaan SRT 2 Kota Pasuruan diharapkan tidak hanya menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik serta membangun masa depan yang lebih cerah.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Wapres Gibran Kunjungi Pabrik Polygon di Sidoarjo, Dorong Link and Match SMK dengan Industri

17 Okt 2026 - 19:24 WIB

Wapres Gibran Kunjungi Pabrik Polygon di Sidoarjo, Dorong Link and Match SMK dengan Industri

MI Al Hasanah Kecamatan Beji Perlu Uluran Tangan Pemerintah, Bangunan Rusak

16 Okt 2026 - 15:28 WIB

MI Al Hasanah Kecamatan Beji Perlu Uluran Tangan Pemerintah, Bangunan Rusak

Dinas Kominfo Jatim Buka Wawasan Siswa SMK Islam Walisongo, Kenalkan Layanan Digital hingga Keamanan Siber

15 Okt 2026 - 22:24 WIB

Dinas Kominfo Jatim Buka Wawasan Siswa SMK Islam Walisongo, Kenalkan Layanan Digital hingga Keamanan Siber

Bupati Subandi Kejar Tuntas Frontage Road Waru–Buduran, Tiga Titik Jadi Pekerjaan Rumah

15 Okt 2026 - 22:22 WIB

Bupati Subandi Kejar Tuntas Frontage Road Waru–Buduran, Tiga Titik Jadi Pekerjaan Rumah

Khofifah Salurkan Bansos Rp17 Miliar di Sumenep, Sasar Ribuan Keluarga hingga Infrastruktur Desa

14 Okt 2026 - 19:34 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp17 Miliar di Sumenep, Sasar Ribuan Keluarga hingga Infrastruktur Desa

Bupati Subandi Targetkan Pekan Ini Perbaikan Dua Rumah Terbakar di Sukodono

14 Okt 2026 - 19:31 WIB

Bupati Subandi Targetkan Pekan Ini Perbaikan Dua Rumah Terbakar di Sukodono
Trending di DAERAH