Jakarta, Transnews.co.id – Kesadaran terhadap keselamatan ketenagalistrikan perlu dibangun sejak dini, termasuk di lingkungan sekolah dan keluarga. Sebagai upaya menanamkan pemahaman tersebut, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Cawang menggelar program PLN Goes to School melalui kegiatan sosialisasi manfaat dan bahaya listrik kepada siswa-siswi SMPN 182 Jakarta.
Kegiatan ini mengajak para siswa mengenal lebih dekat peran listrik dalam menunjang aktivitas sehari-hari, sekaligus memahami potensi bahaya yang dapat timbul apabila penggunaannya tidak dilakukan secara aman.
Melalui penyampaian materi yang interaktif dan edukatif, siswa diperkenalkan pada berbagai langkah sederhana untuk melindungi diri dari risiko kecelakaan listrik, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.
Dalam sosialisasi tersebut, Tim PLN UPT Cawang memberikan pemahaman mengenai penggunaan peralatan listrik secara aman, pentingnya menjaga jarak dari instalasi dan jaringan listrik, serta tindakan pencegahan yang perlu dilakukan untuk menghindari bahaya kelistrikan.
Para siswa juga diingatkan untuk tidak bermain di sekitar instalasi listrik, tidak menyentuh peralatan listrik dengan tangan basah, serta segera melaporkan kepada orang dewasa apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan.
General Manager PLN UIT JBB, Himmel Sihombing, menyampaikan bahwa edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada generasi muda merupakan langkah penting untuk membangun budaya sadar keselamatan di tengah masyarakat.
Menurutnya, pemahaman mengenai manfaat sekaligus potensi bahaya listrik perlu diperkenalkan sejak dini agar anak-anak dapat mengenali risiko dan membiasakan perilaku aman dalam kehidupan sehari-hari.
“Listrik memberikan banyak manfaat dan menjadi bagian penting dalam mendukung kehidupan kita sehari-hari. Namun, di balik manfaat tersebut, ada potensi bahaya yang perlu dipahami dan diantisipasi,” kata Himmel Sihombing.
“Karena itu, edukasi sejak dini sangat penting agar anak-anak tidak hanya mengenal manfaat listrik, tetapi juga memahami cara menggunakan dengan aman, mengenali kondisi yang berbahaya, serta mengetahui apa yang harus dilakukan untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitarnya. Kami berharap pengetahuan ini dapat menjadi kebiasaan baik yang terus mereka bawa hingga dewasa,” tambahnya.
Manager PLN UPT Cawang, Putut Setiawan, menyampaikan bahwa PLN Goes to School merupakan bentuk kepedulian PLN dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai keselamatan ketenagalistrikan, khususnya bagi generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada para siswa bahwa listrik harus digunakan secara bijak dan aman. Hal-hal sederhana seperti tidak bermain di dekat instalasi listrik, tidak menggunakan peralatan listrik dengan tangan basah, serta berani melaporkan kondisi yang berbahaya merupakan langkah penting untuk mencegah kecelakaan akibat listrik,” ungkap Putut.
Melalui program PLN Goes to School, PLN UIT JBB terus mendorong peningkatan literasi ketenagalistrikan di lingkungan pendidikan. Diharapkan, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerapkan dan membagikan pemahaman tentang keselamatan listrik kepada keluarga serta lingkungan sekitarnya.
PLN meyakini bahwa membangun budaya keselamatan membutuhkan kepedulian dan pengetahuan yang ditanamkan secara berkelanjutan. Dengan mengenalkan manfaat dan bahaya listrik sejak dini, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya keselamatan ketenagalistrikan.









Komentar ditutup.