DEPOK, transnews.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Mangnguluang Mansur, mengajak masyarakat khususnya warga Kecamatan Limo, untuk meramaikan Festival Budaya Nusantara dan Jualan Sama-Sama (JUSS) Tingkat Kecamatan Limo Tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, dengan menghadirkan berbagai kegiatan budaya sekaligus bazar produk UMKM lokal. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri sekaligus membuka festival di halaman Kantor Kecamatan Limo, Jumat (30/10/2026).
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum pelestarian budaya Nusantara sekaligus mendukung perkembangan UMKM dan perekonomian masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kecamatan Limo, untuk datang ke sini. Karena bukan hanya kegiatan festival budaya, tetapi banyak juga pelaku UMKM kita yang menjual produk-produk lokal yang harus kita dukung,” ujarnya.
Mangnguluang mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga mempererat silaturahmi serta membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk lokal.
“Ini merupakan kegiatan tahunan dari masing-masing kecamatan, yaitu dalam rangka melestarikan budaya dan juga meningkatkan perekonomian masyarakat melalui Festival Budaya Nusantara dan Jualan Sama-Sama,” tuturnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai penting karena memadukan upaya pelestarian budaya dengan pengembangan ekonomi masyarakat. Melalui festival ini, masyarakat tidak hanya diajak mengenal dan mencintai keberagaman budaya Nusantara, tetapi juga mendukung produk lokal sebagai bagian dari penggerak perekonomian daerah.
“Kita berharap kegiatan ini merupakan momen yang baik untuk melestarikan budaya Nusantara, sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM dan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Dia berharap Festival Budaya Nusantara dan JUSS tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi, mengembangkan kreativitas, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Indonesia.
Semangat kebersamaan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap potensi lokal Kecamatan Limo, termasuk produk-produk UMKM yang dihasilkan para pelaku usaha setempat.
“Kami berharap melalui acara ini bukan hanya sekadar seremonial saja, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi kita dan juga mempromosikan produk-produk lokal yang ada di Kecamatan Limo ini,” katanya.
Selain memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya, festival tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan dan kegiatan yang melibatkan masyarakat. Beragam agenda ini menjadi daya tarik sekaligus membuka ruang partisipasi warga untuk memeriahkan acara.
Harapannya, kolaborasi antara pemerintah, panitia, pelaku usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar kegiatan serupa memberikan manfaat lebih luas, baik dalam menjaga warisan budaya maupun meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kolaborasi antara pemerintah, panitia, pelaku usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar kegiatan serupa memberikan manfaat yang lebih luas, baik dalam menjaga warisan budaya maupun meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat,” tandasnya.












Komentar ditutup.