Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

NASIONAL

Seribu Guru PNS Tahun 2020 Pensiun

LOGOS TNbadge-check

Kota Bandung,transnews.co.id- Walikota Bandung Oded M Danial,usai menghadiri Seminar Nasional Pendidikan di Gedung Harapan Kasih Kota Bandung, Sabtu kemarin, mengungkapkan tahun 2020 ada sekitar 1000 orang guru PNS pensiun. Sedangkan pengangkatan guru baru, masih terbatas.

“Kita tahu bahwa guru itu tiap tahunnya pensiun sekitar 1.000 orang. Tetapi urusan masuk lagi atau CPNS-nya ada di pusat.Tahun ini kita hanya memperoleh 602 lowongan CPNS,makanya Kota Bandung masih kekurangan guru PNS,” tutur Oded.

Kata Oded, persoalan kekurangan guru di kota Bandung, sebetulnya sudah mengusulkan, tetapi dibatasi karena memang kebijakannya ada di pusat.

“Maka itu dibutuhkan inovasi untuk mengatasi keterbatasan seperti itu,sebab dibatasi dan dijatah oleh pusat yang sebetulnya kami sudah mengusulkan,” ujarnya.

Menurut wali kota, guru non PNS masih dibutuhkan. Sebagai konsekuensinya, Pemkot Bandung harus memberikan kesejahteraan yang lebih maksimal.

“Guru non PNS masih dibutuhkan. Di Bandung alhamdulillah, kami berikan kesejahteraan kepada guru non PNS ini. Itu artinya kami sangat perhatian,” katanya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kota Bandung, Maman Sulaeman menyampaikan, hasil pemetaan, pada tahun 2020 nanti terdapat 1.000 guru yang pensiun. Oleh karenanya, ia berharap pemerintah memberikan penggantinya.

“Dengan itu, kita masih butuh guru non PNS. Itu sangat membantu. Sebagai perhatian, kita berikan kesejahteraan yang menunjang bagi guru-guru non PNS,” katanya.

Maman menegaskan, apa pun statusnya, seorang guru harus profesional. Salah satunya, harus terus menambah kapasitas kemampuannya lewat seminar dan lokakarya.

“Kita lakukan hal itu agar guru memiliki kompetensi yang unggul. Sehingga dalam aktivitas sebagai guru bisa dilakukan secara profesional,” pungkasnya. (Chryst/HMS)

Baca Lainnya

Aspidum Kejati Jatim Dicopot, Kejagung Lakukan Pemeriksaan Internal

4 April 2026 - 07:57

BPBD Jatim Tetap Layani Kebencanaan di Bangkalan Saat Penerapan WFH

3 April 2026 - 18:37

Beri Uang Pembinaan, Ketua DPRD Jepara Bakar Semangat Atlet Karate di Kejurprov Jateng

3 April 2026 - 18:02

Pemkab Sidoarjo Terapkan WFH Setiap Jumat, Dorong Efisiensi dan Transformasi Digital ASN

2 April 2026 - 19:32

News Trending DAERAH