Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DEPOK

Apresiasi Bakul Budaya, Sekda Kota Depok: Flashmob Tari Tradisional Memberi Ruang Ekspresi Sekaligus Pelestarian Budaya

Avatar photobadge-check


					Sekda Kota Depok, Mangnguluang Mansur bersama penari dari Bakul Budaya dan pengunjung CFD di Depok Open Space Perbesar

Sekda Kota Depok, Mangnguluang Mansur bersama penari dari Bakul Budaya dan pengunjung CFD di Depok Open Space

DEPOK, transnews.co.id – Mangnguluang Mansur Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, turut menari bersama puluhan penari dan warga yang memadati area Depok Open Space (DOS) saat pelaksanaan Car Free Day (CFD), Minggu (16/11/2025).

Kegiatan diawali dengan penampilan para seniman tari tradisional dari Bakul Budaya Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI) membawakan Tari Topeng Cirebon.

Hadir diacara tersebut, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Depok Arumsari Prasetyowati, serta Kepala DP3AP2AP2KB Nessi Annisa Handari. Mereka ikut menari tarian Nusantara bersama warga yang hadir.

Mangnguluang mengatakan, flashmob tari tradisional di DOS merupakan kegiatan positif yang memberi ruang ekspresi sekaligus pelestarian budaya. Ia pun mengapresiasi konsistensi Bakul Budaya dalam membantu pemerintah memperkenalkan kembali budaya Nusantara kepada generasi masa kini.

“Sekarang menampilkan budaya Kota Cirebon, mungkin nanti bisa budaya dari Kota Depok dan Kota Makassar karena saya orang sana,” ujarnya sambil tersenyum.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Depok membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat, terutama komunitas, untuk berkreativitas melalui kegiatan seni dan budaya.

“Depok adalah kota yang tumbuh dari keberagaman, bukan hanya suku dan agama, tetapi juga keragaman warisan budaya. Ini harus kita jaga bersama,” jelasnya.

Harapannya, seluruh elemen masyarakat bergandengan tangan melestarikan budaya Nusantara, karena budaya bukan hanya tugas seniman, tetapi membutuhkan kolaborasi semua pihak.

“Saya harap kegiatan ini menjadi momentum membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya mencintai seni budaya Indonesia. Bangsa yang besar bukan hanya yang maju secara teknologi, tetapi yang mampu menjaga akar budayanya,” tandasnya.

Baca Lainnya

Revolusi Museum Sangiran: Dr. Sudibyo “Hidupkan” Fosil Lewat Teknologi Imersif dan Bit Arrangement

7 Maret 2026 - 03:28

Wujudkan Zero Narkoba Polres Jember Test Urine Bagi Para Perwira

7 Maret 2026 - 03:21

Ramadan Penuh Kebersamaan, Ormas PROGIB DPC Jepara Bagikan 1500 Takjil

7 Maret 2026 - 03:17

Kunjungi Pameran IFEX 2026, Ketua DPRD: Momentum Perluas Akses Pasar Global Furniture Jepara

7 Maret 2026 - 03:11

News Trending EKBIS