Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Astagfirullah, Makin Sulit: Pabrik Boneka Di Cianjur Terbakar

LOGOS TNbadge-check

Cianjur,transnews.co.id-Kondisi buruh pabrik pakaian dan Boneka di Cianjur Jawa Barat dipastikan akan semakin sulit dan terpuruk sebab tempat mereka bejerja pabriknya kebakaran pada Kamis sore (30/4/2020) kemarin.

Kontributor transnews.co.id melaporkan terjadi kebakaran pabrik boneka dan pakaian berlokasi di Desa Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Kamis sore (30/4/2020) kemarin.

Dampaknya bangunan pabrik hangus terbakar dan menyebabkan kerugian materiil yang tidak sedikit, ratusan karyawanpun kehilangan pekerjaannya.

Keterangan yang diperoleh, kobaran api awalnga terlihat di salah satu gedung di pabrik PT Eastern Modern Apparel (EMA) sekitar pukul 17.45 WIB. Selanjutnya kobaran api terus membesar ke seluruh bangunan pabrik.

Menurut petugas Pengendali Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Ade Risyan kepada wartawan mengatakan, kebakaran terjadi menjelang waktu berbuka puasa sekitar pukul 17.45 WIB.

Upaya pemadamam ungkap Ade, dengan mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran dan 20 orang petugas. Dalam memadamkan api petugas terkendala dengan minimnya sumber air.

Selain itu lanjut Ade, material mudah terbakar di dalam pabrik membuat kobaran api sulit dipadamkan. Sehingga semua tim berupaya maksimal memadamkan api.

Dalam kejadian ini tidak ada korban luka. Hal ini karena pada saat kejadian pegawai dan petugas keamanan segera menyelamatkan diri ketika kebakaran terjadi.

“Penyebab kebakaran belum diketahui,kerugian akibat kebakatan belum bisa ditaksir sedang dalam pemeriksaan Polsek setempat,” pungkas Ade.

Dedi Dutarsa (38) yang mengaku karyawan bagian finishing dengan terbata bata mengaku shock dan kaget, sebab kejadiannya secara tiba tiba.

“Dalam situasi corona jelas kehidupan ekonomi saya akan semakin sulit.Kemana lagi saya harus bekerja, pabriknya terbakar, ya allah semakin sulit,” ujar Dedi. (Mal) Editor:Nas

Baca Lainnya

Aspidum Kejati Jatim Dicopot, Kejagung Lakukan Pemeriksaan Internal

4 April 2026 - 07:57

BPBD Jatim Tetap Layani Kebencanaan di Bangkalan Saat Penerapan WFH

3 April 2026 - 18:37

Beri Uang Pembinaan, Ketua DPRD Jepara Bakar Semangat Atlet Karate di Kejurprov Jateng

3 April 2026 - 18:02

Pemkab Sidoarjo Terapkan WFH Setiap Jumat, Dorong Efisiensi dan Transformasi Digital ASN

2 April 2026 - 19:32

News Trending DAERAH