Beksi Dasar Haji Godjalih: Membangkitkan Batang Terendam

137 seconds reading this post

Jakarta, TransNews | – Perguruan Silat Beksi tumbuh subur di Jabodetabek bak jamur di musim hujan. Setiap saat selalu saja ada Perguruan Silat Beksi yang membuka cabang baru. Kenyataan itu sungguh membahagiakan. Sebab, itu menandakan bahwa Silat Beksi sebagai bagian dari seni budaya Betawi semakin mengakar kuat di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Demikian ungkap Dasik Arifin, Guru Besar dari Perguruan Silat Beksi Dasar Haji Godjali.

“Perkembangan Silat Beksi yang cukup pesat itu tak lepas dari nama besar para pesilat Beksi dari generasi kedua. Mereka antara lain Haji Hasbullah, Haji Muhammad Noer, Simin, dan Mandor Minggu. Sementara pesilat Beksi generasi pertama di tanah Betawi, Haji Godjali, namanya kian tak terdengar. Ibarat batang yang terendam dalam arus sungai kehidupan,” terang Babe Dasik.

Menurut Babe Dasik, Haji Godjalih adalah tokoh pendiri, perintis, dan pembawa ilmu bela diri silat Beksi dari Kampung Dadap, Tangerang, ke tanah kelahirannya di daerah Petukangan. Dan sebagai salah seorang dari murid Haji Godjali, dirinya merasa miris menyadari bahwa nama Haji Godjali jarang disebut-sebut saat ada keriyaan yang berkaitan dengan silat Beksi.

“Saya merasa terusik dengan realitas itu. Akhirnya, untuk kembali memunculkan nama Haji Godjali selaku generasi pertama aliran Silat Beksi di Tanah Betawi, saya mendirikan Perguruan Silat Beksi Dasar Haji Godjali,” terang Pendekar Beksi bertubuh ramping.

Sebelumnya, Dasik Arifin yang banyak memiliki murid sudah membuka beberapa perguruan Silat Beksi yang dijalankan oleh murid-muridnya di daerah Petukangan dan sekitarnya. Antara lain, Perguruan Pencak Silat Laskar Beksi Putra Betawi dan Perguruan Silat Beksi Harimau Tua. Dua perguruan ini sudah mendirikan beberapa unit kolat atau cabang latihan Silat Beksi di sekitar Kecamatan Pesanggrahan, daerah Cileduk, dan daerah Kebayoran Lama.

“Saat ini saya fokus membangun dan mengembangkan Perguruan Silat Beksi Dasar Haji Godjalih. Apa yang saya lakukan ini sebagai sebuah upaya atau langkah untuk merawat tradisi seni bela diri Silat Betawi aliran Silat Beksi. Juga sebagai upaya menghargai leluhur yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat untuk generasi penerusnya,” ujar Babe Dasik disela-sela kesibukannya mengawasi latihan Silat Beksi di Gedung RPTRA Bhinneka, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Haji Godjali, masih kata Babe Dasik, bukan hanya guru buat dirinya. Sebab, nama Dasik Arifin adalah pemberian dari Haji Godjali saat dirinya dilahirkan. Itulah yang mendorongnya untuk senantiasa menghormati Haji Godjali seperti dirinya menghormati kedua orang tuanya.

“Mendirikan Perguruan Silat Beksi Dasar Haji Godjali adalah obsesi yang sudah terpendam lama. Alhamdulillah, sekarang Perguruan Silat Beksi Dasar Haji Godjali sudah cukup berkembang. Belum lama ini kita baru saja membuka Kolat baru di wilayah Parung Serab, Kabupaten Tangerang, dan wilayah Jurang Mangu, Tangerang Selatan. Mudah-mudahan eksistensi Perguruan Silat Beksi Dasar Haji Godjali ini bisa kembali memunculkan nama Haji Godjali selaku generasi pertama aliran Silat Beksi di kalangan para penggiat Silat Beksi,” pungkas Babe Dasik Arifin panjang lebar.***(miel)

Generasi baru Beksi mulai tumbuh.

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, silahkan mengirim sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: transnewsredaksi@gmail.com