Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DEPOK

Ben Ibratama Tanur: Pendidikan Jangan Dijadikan Industri

LOGOS TNbadge-check


					Ben Ibratama Tanur Founder Tan Malaka Institute yang juga Jurnalis Senior (paling kanan) Perbesar

Ben Ibratama Tanur Founder Tan Malaka Institute yang juga Jurnalis Senior (paling kanan)

DEPOK, transnews.co.id – Hal itu disampaikan Ben Ibratama Tanur Founder Tan Malaka Institute yang juga Jurnalis Senior pada acara diskusi publik yang digelar Tan Malaka Institute, dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Akara Space Limo, Kota Depok pada Jumat, (02/05/2025).

Dengan tema “Tan Malaka dan Pendidikan Nasional Indonesia”, diskusi tersebut lebih mendalam membahas pendidikan adalah dasar untuk melepaskan bangsa dari keterbelakangan dan kebodohan.

Ben Ibratama Tanur Founder Tan Malaka Institute yang juga Jurnalis Senior mengatakan bahwa pendidikan tidak boleh dijadikan industri.

“Dulu kurikulum melawan kolonial, sekarang melawan kapitalis, pendidikan itu jangan dijadikan industri, sekarang kan industri semua semua, makanya saya dukung Gubernur Jabar masa, PAUD, TK, dan seterusnya pakai wisuda,” ucapnya.

Foto bersama dalam acara diskusi publik yang digelar Tan Malaka Institute dalam memperingati hari pendidikan nasional

Foto bersama dalam acara diskusi publik yang digelar Tan Malaka Institute dalam memperingati hari pendidikan nasional

Menurutnya lebih bagus lagi pendidikan kembali kepada pancasila dan bergotong royong, juga setiap anak miskin berhak mendapatkan gelar sarjana.

“Nah, bagusnya kita ini kembali aja ke pancasila, gotong royong, atau kembali ke sosialisme ala Indonesia, setiap anak miskin berhak dapat sarjana dan sarjananya bukan sarjana ciplakan,” tambahnya.

Mengutip dari artikel konsep pendidikan dalam perspektif Tan Malaka bahwa, pendidikan di Negeri ini mestinya punya konsep yang benar-benar sesuai dengan falsafah bangsa Indonesia.

Dan hal itu yang mulai merosot dimana pendidikan mengarah pada praktek liberalis dan kapitasil serta penindasan-penindasan, sehingga pendidikan semakin jauh dari nilai-nilai budaya bangsa Indonesia.

Acara diskusi tersebut menghadirkan pembicara, Ben Ibratama Tanur Founder Tan Malaka Institute/ Jurnalis Senior, Irjen Pol. P. DR (CH) Mohammad Amhar Azeth Kedubes RI untuk Rumania dan Moldova 2019-2023, Sunggul Hamonangan Sirait, SH.MH Aktivis dan Praktisi Hukum, Daddy Palgunadi Aktivis 98 dan pemikir murbaisme, dan beberapa tamu undangan.

Baca Lainnya

Halal Bihalal DPD Partai NasDem Jember Dari Silaturahmi ke Tekad Besar Mewujudkan Perubahan Nyata

12 April 2026 - 12:59

Pembangunan Sekolah Rakyat Jatim 2 Madiun Dikebut, Progres Lampaui Target

11 April 2026 - 20:34

Musda VI JSIT Indonesia Daerah Kota Depok: Fenny Nisdawati Sah Menjadi Ketua Baru

11 April 2026 - 18:51

Perkuat Sinergi, SWI Sambangi BAZNAS Pusat Matangkan Kerja Sama Strategis

10 April 2026 - 20:46

News Trending NASIONAL