Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Bina Marga Jatim : Perbaikan Tiga Ruas Jalan Gunakan Metode Salob

LOGOS TNbadge-check


					Bina Marga Jatim : Perbaikan Tiga Ruas Jalan Gunakan Metode Salob Perbesar

Mojokerto, Transnews.co.id – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Jatim terus bergerak cepat untuk memperbaiki jalan provinsi yang mengalami rusak atau berlubang, melalui Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPT PJJ) Mojokerto.

Pemeliharaan jalan dengan metode Sapu Lobang alias Salob pada tiga ruas jalan di Jatim yakni, wilayah Mojokerto-Ploso Km S.baya 69+850 (Link 166), Pulorejo-Bts.Kab.Kediri (Kandangan) Km S.baya 24+350, Pulorejo-Ploso Km S.baya 20+750 (Link 171).

Pengamat Ploso UPT PJJ Mojokerto, Sugeng saat ditemui dilapangan, Jumat (12/3/2021) mengatakan pemeliharaan dengan cara menambal jalan berlubang itu dilaksanakan secara simultan, pada tanggal 02-05 Maret 2021 oleh tim jalan dan jembatan pembantu UPT PJJ Mojokerto di Jombang.

Sugeng menjelaskan perbaikan ini guna memastikan keselamatan, kenyamanan dan keamananan bagi masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang melintas di ketiga wilayah tersebut.

“Kami pastikan, kegiatan Sapu lobang ini dapat meningkatkan keamanan , kenyamanan, dan keselamatan pengguna jalan. Sebab, jalan yang sudah ditambal akan kembali mulus dan kuat,” katanya.

Sugeng menanbagkan,kegiatan Salob ini sangat vital bagi keselamatan masyarakat. Sebab, sebelum dilakukan Salob, jalan di ketiga wilayah tersebut kondisinya rusak dan berlubang.

“Hal ini bisa sangat membahayakan, dan rawan menyebabkan kecelakaan lalu lintas,”tuturnya.

Menurut Sugeng, penyebab utama kerusakan jalan pada ketiga wilayah tersebut, karena banyaknya kendaraan berat yang lalu lalang, seperti bus dan truk. Beban kendaraan itu mengakibatkan di setiap lapisan perkerasan terjadi renggangan. Ditambah lagi, intensitas kendaraan yang melintas cukup tinggi, sehingga akhirnya membuat munculnya retak pada perkerasan.

“Jika retak pada perkerasan terus dibiarkan, maka saat musim hujan tiba, bisa dipastikan air akan masuk kedalam retakan, dan mengubah retakan menjadi lubang yang semakin lama semakin besar,” jelasnya.

Sugeng menandaskan,pihaknya segera melaksanakan penambalan begitu terjadi keretakkan pada perkerasan jalan.

“Hal ini untuk meningkatkan kemanan dan keselamatan pengguna jalan, dan meminimalisir resiko kecelakaan lalu lintas,”Pungkasnya. (HD) Editor:Nas

Baca Lainnya

Wabup Sidoarjo Resmikan SPPG Desa Prasung, Dorong Layanan Gizi Terintegrasi dan Ekonomi Lokal

16 April 2026 - 19:48

Ketua DPRD Jepara: Retreat Akmil Jadi Kunci Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah

16 April 2026 - 17:23

Gebrakan Tahun Ketiga, IMAC Film Festival Kini Bertransformasi Jadi Ajang Internasional

16 April 2026 - 15:29

Proyek Sekolah Rakyat Jatim 3 di Pasuruan Dikebut, Progres Capai 12 Persen

15 April 2026 - 20:58

News Trending DAERAH