Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

NASIONAL

Dampak Pemadaman Listik ,Pemangku Adat Banten Minta Dirut PLN Mundur

LOGOS TNbadge-check

TB Amri Whardana Ketua Badan Advokasi Kesultanan Banten. (Ist)

Tangerang,Transnews- Pemadaman listrik yang dilakukan PLN pada hari Minggu kemarin (04/08/19) dan hari ini (05/08/19) yang terjadi menuai berbagai macam kritik.

Tak hanya Pak Presiden Jokowi yang meradang, tapi semua lapisan masyarakat dari Banten hingga Jateng. Pemadaman listrik tiba-tiba tanpa himbauan yang dilakukan PLN tak hanya membuat rugi dunia usaha, tapi juga aktifitas rumah tangga.

Transnews pun mendatangi H Tubagus A. Abbas Wasee SH, Ketua Lembaga Pemangku Adat Kesultanan Banten, yang mana lembaga ini berdiri pada tanggal 08 Oktober 2016.

Abbas Wasee pun menuturkan keprihatinan dan sangat kecewa akan ke tidak profesionalannya terhadao kinerja PLN.

“Kalau saya jadi pemimpin PLN malu hati, setelah Presiden datang. Teguran Presiden atas kejadian matinya listrik hampir sebagian Jawa – Bali ini, maka saya akan mundur sebagai pimpinan PLN,” ujar Abbas Wasee.

Di sisi lain Tubagus Amri Wardana. SH. MH. Sebagai ketua badan advokasi kesultanan Banten turut menyikapi peristiwa ini dari sudut hukum.

“Pemadaman yang terjadi kemarin sampai hari ini sangat merugikan seluruh pihak. Terutama dari sisi ekonomi masyarakat. Tak hanya industri besar tapi industri rumahan pun terkena dampaknya. Dan masyarakat berhak menggugat sesuai dengan UU PLN Nomor 30 tahun 2009 Bab 5 Pasal 29 Tentang hak dan kewajiban konsumen,” tutur Amri.

Sementara itu pagi tadi, Presiden Jokowi di hadapan Direksi PLN, menyinggung perihal tak ada persiapan atas kejadian pemadaman dan informasi pada konsumen. Padahal di tahun 2002 lalu, pemadaman listrik pernah terjadi se Jawa – Bali. (Angri – Kukuh)

Baca Lainnya

Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke

14 April 2026 - 14:41

Asasta Raih Golden Trophy Dalam Ajang TOP BUMD Awards 2026

14 April 2026 - 09:57

Wabup Sidoarjo Takziah ke Rumah Duka Balita Korban Terseret Arus Sungai di Kalidawir

13 April 2026 - 20:22

Peneliti UPER Ungkap Rapuhnya Ekonomi Nelayan Teluk Aru Akibat Anomali Musim

13 April 2026 - 14:04

News Trending NASIONAL