Desa Sukamulya Cianjur Pusat Penilaian Program P2WKSS

Cianjur,Transnews – Plt. Bupati H. Herman Suherman di dampingi Ketua TP PKK Kabupaten Cianjur Hj. Anita Sincayani Herman menghadiri peninjauan lokasi evaluasi akhir tim penilai program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) di Desa Sukamulya Kecamatan Warungkondang, Senin (04/11/19).

Kegiatan P2WKSS sudah rutin terlaksana setiap tahun dan untuk tahun 2019 Desa Sukamulya mendapat kepercayaan menjadi lokasi binaan sehingga pada tahun ini semua kegiatan yang berkaitan dengan P2WKSS terfokus disini.

Kepala Dinas DP3AKB Kabupaten Cianjur Saepul Anwar menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukannya diantaranya dalam bidang kesehatan, bidang pendidikan, bidang pemberdayaan perempuan, sekoper cinta dan bidang inovasi,”terangnya.

Saepul mengungkapkan untuk tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena di tahun sekarang terdapat program tambahan yang menjadi unggulan Jawa Barat, yaitu dengan adanya Sekoper Cinta program yang didalamnya merupakan perpaduan kegiatan yang sudah biasa berjalan dengan kegiatan inovasi Provinsi Jawa Barat,”kata Saepul.

Program tambahan itu, kata Saepul diantaranya adanya pembelanjaan yang diberikan kepada seluruh warga binaan
yaitu, 100 orang perempuan untuk mendapat berbagai macam pemahaman dan pengetahuan termasuk untuk menambah wawasan serta meningkatkan keterampilan para perempuan yang intinya bertujuan untuk meminimalisir tingkat kemiskinan.

“Mudah-mudahan dengan adanya perubahan dari hasil pembinaan tersebut dapat memberikan manfaat terhadap masyarakat sekitar, dan kami berharap dalam hal ini tidak hanya terhenti sampai kepada penilaian, tetapi apa yang telah kami berikan kegiatannya akan terus berlanjut dan manfaatnya terus dirasa oleh masyarakat,”pungkasnya.

Plt.Bupati Cianjur Herman Suherman dalam kesempatan itu mengatakan P2WKSS di Kabupaten Cianjur setiap tahunnya selalu juara. Dengan kegiatan P2WKSS ini sangat luar biasa dan patut dijadikan contoh bagi desa lainnya.

“Saya ingin Desa-desa lainnya mengikuti seperti ini, sehingga model P2WKSS ini bisa menjadi peningkatan pembangunan terutama untuk pemberdayaan perempuan dan bisa di contoh di Desa-desa lainnya,” ujarnya. (M. Aliansyah)

Loading

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/ atau berita tersebut di atas, Silahkan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagai-mana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: transnewsredaksi@gmail.com