Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

KESEHATAN

Dinkes Bojonegoro Imbau Warga Aktifkan PSN dan Jumantik

LOGOS TNbadge-check


					Ilustrasi/Pixabay Perbesar

Ilustrasi/Pixabay

Surabaya, Transnews.co.id – Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya menekan tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Antara lain dengan terus mengimbau warga untuk mengaktifkan aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan tuntas serta memaksimalkan peran Juru Pemantau Jentik (Jumantik).

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bojonegoro, Whenny Dyah Prajanti, Kamis (27/1/2022) menjelaskan, kasus DBD menjadi perhatian serius Pemkab Bojonegoro. Data di Dinkes Prov Jatim, per Januari 2022, tercatat ada 112 kasus DBD dengan 2 kasus kematian.

Dikatakannya, sejak pertengahan Oktober tahun lalu kasus DBD mulai tampak peningkatan penularannya. Sedang puncaknya di Desember dan Januari 2022 ini. Untuk itu, Whenny mengimbau seluruh masyarakat Bojonegoro untuk bergerak bersama, memberantas sarang nyamuk sebagai satu-satunya cara pencegahan DBD.

“Fogging tidak bisa membunuh jentik dan telur nyamuk, sehingga hanya PSN atau pemberantasan sarang nyamuk seminggu sekali dan serentak saja yang bisa mencegah penularan DBD,” katanya.

Sebagai langkah untuk mengatasi penyebaran nyamuk Aedes Aegypti di rumah, lanjut Whenny, masyarakat diimbau melakukan langkah 3M Plus. Antara lain, menutup dengan rapat tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk, memanfaatkan semua media atau barang yang tidak digunakan seperti kaleng, ban bekas, batok kelapa, plastik, tempat makan hewan peliharaan, vas bunga, dan talang air yang tidak mengalir.

“Juga menguras bak mandi dan membersihkan dengan disikat agar telur nyamuk yang menempel bisa mati. Ditambah hindari gigitan nyamuk dengan repellen (lotion anti nyamuk),” pungkasnya.

Baca Lainnya

Keren, Shila at Sawangan Sukses Gelar Depok Night Run Ramadhan 2026

6 Maret 2026 - 23:39

Jatim Siaga Mudik Lebaran 2026, Dinkes Dirikan 230 Pos Kesehatan dan Siapkan Ribuan Tenaga Medis

5 Maret 2026 - 19:10

Bukan Sekadar Jurnalistik, SWI Kota Depok Konsisten Kawal Advokasi Kesehatan Warga

1 Maret 2026 - 20:12

Bupati Mojokerto Dampingi Menteri HAM Kunjungi Korban Keracunan MBG di RSUD Dr. Soekandar

15 Januari 2026 - 20:13

Bupati Mojokerto Dampingi Menteri HAM Kunjungi Korban Keracunan MBG di RSUD Dr. Soekandar
News Trending KESEHATAN