Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PERISTIWA

Dinsos Jatim Beri Layanan Dukungan Psikososial Bagi Masyarakat Terdampak Gempa

LOGOS TNbadge-check


					Dinsos Jatim Beri Layanan Dukungan Psikososial Bagi Masyarakat Terdampak Gempa Perbesar

Surabaya, Transnews.co.id- Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Alwi mengatakan, dalam menangani bencana, Dinas Sosial memberikan perhatian khusus kepada dua hal yakni, kebutuhan keseharian atau permakanan korban bencana dan aspek non fisik atau psikologi korban, mulai dari anak-anak hingga lansia

“Jika tidak dilakukan pemulihan, trauma mereka akan berkepanjangan. Untuk itu kami mengerahkan Pekerja Sosial (Peksos) untuk menyembuhkan trauma korban,” kata Alwi,Rabu (14/2/2021).

Dia menambahkan, Dinsos Jatim akan mengerahkan semua Peksos Madya untuk memberikan program Layanan Dukungan Psikososial (LDP) kepada warga terdampak bencana di Kab Lumajang dan Kab Malang yang terjadi pada Kamis-Jumat 15-16 April 2021,”ujarnya.

Sementara itu Kabid Pengembangan Penyelenggaraan Kesos Dinsos Jatim, Hoirun Nawalah MKes menjelaskan, pelayanan LDP kepada warga terdampak bencana direspon sangat baik.

“Bahkan, warga juga meminta diadakan trauma healing untuk remaja yang sampai saat ini masih mengalami trauma atas kejadian gempa beberapa waktu lalu,”katanya.

Anantya Wulandari, salah satu Peksos yang bertugas menuturkan, trauma healing pada anak-anak dilakukan secara berkelompok dengan memberi fun game, khusus pada anak-anak usia lebih besar, diberi tambahan metode butterfly hug untuk stabilisasi emosi.

“Metode ini untuk menenangkan perasaan. Jadi, kalau teringat lagi kejadian yang menyebabkan trauma, mereka bisa menenangkan diri sendiri,” ujar Peksos UPT RSBN Malang ini.

Metode berbeda diterapkan untuk lansia. Bagi korban lansia, Peksos mengajarkan relaksasi.

“Karena kami Peksos dengan disabilitas, maka disesuaikan dengan keilmuan kami. Kami ajarkan pijat massage, refleksi, dan siatsu,” jelas Anantya. (HD) Editor:Nas

Baca Lainnya

Kick Off Munas 2026: Dukung Ketahanan Pangan, SWI Bersama Pemkab Boyolali Tanam Sorgum dan Bunga Matahari

6 Februari 2026 - 23:31

Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Polda Jatim Kerahkan Jajaran Polres Bersih-Bersih Serentak

6 Februari 2026 - 21:34

Temui Mensos Gus Ipul, Bupati Subandi Tegaskan Pemkab Sidoarjo Siap Kawal DTSEN Hingga Desa

6 Februari 2026 - 21:31

Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkab Sidoarjo Gelar Tanggulangin Fair 2026 Hadirkan Teknologi Industri Modern

6 Februari 2026 - 21:27

News Trending DAERAH