KUDUS, transnews.co.id – Banjir masih menggenangi sebagian wilayah di Kudus, Jawa Tengah, seperti di wilayah Mejobo, Undaan, Jekulo, Kaliwungu, Bae dan Jati, (21/01/2026).
Zaini Tafrikhan selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah (Jateng), mengatakan,
“Tim masih terus menyisir area terdampak. Selain itu tim juga mendukung dapur umum di Mojosongo, Mejobo, Kudus. Dengan menyiapkan nasi siap santap sebanyak 250 bungkus untuk penyintas”.

Di tempat yang berbeda tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menyisir area pondok pesantren Huffadz Roudlotul Qur’an yang terdampak, sebanyak 15 santri masih bertahan dilokasi dengan mendiami bangunan lantai dua.
Hingga siang ini penyaluran bantuan logistik terus digulirkan oleh Dompet Dhuafa terutama untuk kebutuhan pokok santri dan pengasuh pondok.
Banjir di wilayah Kudus membawa dampak begitu luas, selain di sektor ekonomi dan industry, juga di lahan pertanian. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat banjir akibat cuaca ekstrem sejak Jumat (9/1) itu telah merendam sebanyak 5.596 rumah dan 1.970 hektare sawah di 64 desa serta menyebabkan 43.479 jiwa dari 14.791 kepala keluarga terdampak bencana hidrometeorologi tersebut.
TENTANG DOMPET DHUAFA
Dompet Dhuafa adalah lembaga filantropi islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya, welasasih (filantropis) dan wirausaha sosial. Sudah berjalan lebih tiga dekade (32 tahun), Dompet Dhuafa berkontribusi menghadirkan layanan bagi pemberdayaan dan pengembangan umat melalui lima pilar program yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, dakwah dan budaya, serta CSR.
Dompet Dhuafa juga menerapkan tata kelola sesuai prinsip GCG (transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran) dan memastikan organisasi berjalan sesuai regulasi, kepatuhan syariah dan ketentuan-ketentuan lainnya.











