Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Empat Pulau Aceh Dicaplok Sumut, Bukti Dirjen Adwil Tak Berpihak pada Kepentingan Aceh

LOGOS TNbadge-check


					Empat Pulau Aceh Dicaplok Sumut, Bukti Dirjen Adwil Tak Berpihak pada Kepentingan Aceh Perbesar

TN. ACEH TENGAH l —- Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Aceh Tengah sekali gus sebagai Koordinator Seluruh Aceh, Tengku Alfata, menolak penunjukan Safrizal, Dirjen Bina Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri, sebagai calon penjabat Gubernur Aceh. Dia menilai Safrizal tidak cakap dalam memimpin.

“Bahkan dalam urusan mengurusi pulau-pulau di Aceh, dia tidak mampu membela kepentingan Aceh,” kata Alfata dalam keterangan tertulis, Kamis, 25 Mei 2022.

Alfata mengatakan permasalahan empat pulau di Aceh yang berpindah secara administratif ke Sumatera Utara tidak perlu terjadi jika Safrizal memahami pentingnya arti pulau-pulau itu bagi Aceh. Sebagai Dirjen Adwil, Safrizal seharusnya memberikan perhatian terhadap status pulau-pulau tersebut.

Jika ada sejumlah kekurangan pada sisi administratif, kata Alfata, Safrizal seharusnya memanggil Gubernur Aceh dan pihak-pihak terkait dalam urusan ini untuk mendiskusikannya. Sehingga keputusan itu tidak membuat heboh semua pihak.

Kekisruhan ini, kata Alfata, juga menunjukkan ketidakmampuan Safrizal mengatasi permasalahan. Lepasnya pulau-pulau ini, kata Alfata, merupakan ujian kepemimpinan bagi Safriza. Dan dia, kata Alfata, gagal menunjukkan kapasitasnya.

“Mungkin banyak orang Aceh hebat di pusat-pusat kekuasaan. Namun karena terlalu lama di sana, mereka lupa untuk membela kepentingan Aceh,” kata Alfata.

Alfata juga mempertanyakan peran politikus Aceh di Jakarta yang baru bereaksi setelah keputusan dibuat. Menurut Alfata, keberadaan mereka di Jakarta tidak memberikan kontribusi apapun bagi kepentingan Aceh.

“Mereka hanya ribut saat ada kepentingan mereka. Tapi mereka pelit bicara untuk urusan rakyat Aceh secara keseluruhan,” kata Alfata.*** (Ru)

Baca Lainnya

Khatmil Qur’an Pemprov Jatim, Khofifah Ajak Perkuat Ibadah dan Pengabdian untuk Masyarakat

14 Maret 2026 - 22:30

Wujudkan Kepedulian di Bulan Ramadhan, GWS Jepara Gelar Aksi Berbagi Takjil

14 Maret 2026 - 01:05

Pemkab Sidoarjo Kebut Perbaikan Jalan, Bupati Subandi Target Tuntas Sebelum Lebaran

14 Maret 2026 - 01:02

Progres Sekolah Rakyat Surabaya Capai 26,76 Persen, Target Rampung Juni 2026

14 Maret 2026 - 01:00

News Trending DAERAH