Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Gebyar Literasi Anak Meriahkan Harjasda ke-167, Tanamkan Budaya Menabung dan Cinta Sidoarjo Sejak Dini

Avatar photobadge-check


					Gebyar Literasi Anak Meriahkan Harjasda ke-167, Tanamkan Budaya Menabung dan Cinta Sidoarjo Sejak Dini Perbesar

Gebyar Literasi Anak Meriahkan Harjasda ke-167, Tanamkan Budaya Menabung dan Cinta Sidoarjo Sejak Dini

SIDOARJO, transnews.co.id – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167 Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Gebyar Literasi Anak di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo, Senin (2/2/2026).

Kegiatan tersebut diikuti dengan penuh keceriaan oleh siswa KB, TK Citra Tunas Bangsa, serta SD Negeri Pucang 3 Sidoarjo. Melalui aktivitas mewarnai, anak-anak diajak mengekspresikan kreativitas sekaligus dikenalkan pada nilai sejarah dan kearifan lokal Sidoarjo.

Salah satu pesan utama yang ditanamkan dalam kegiatan ini adalah budaya menabung yang telah mengakar sejak masa lampau.

Kepala Bidang Pengolahan, Layanan, dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo, Erna Kusumawati, SP., MM., menjelaskan bahwa masyarakat Sidoarjo sejak dahulu telah mengenal tradisi menabung.

“Jika melihat sejarah, budaya menabung sudah ada sejak zaman Jaka Pandelegan yang menyimpan padi di kawasan Candi Pari, Porong. Nilai ini kami wariskan kembali kepada anak-anak agar sejak dini terbiasa hidup hemat dan terencana,” ujarnya.

Selain pengenalan nilai sejarah, kegiatan mewarnai juga dimanfaatkan untuk mengenalkan identitas Kabupaten Sidoarjo melalui simbol daerah. Anak-anak diperkenalkan huruf “S” yang merepresentasikan Sidoarjo, dengan visual udang dan bandeng sebagai ikon khas daerah.

“Huruf ‘S’ kami visualisasikan dari bentuk udang dan bandeng. Dengan cara yang menyenangkan ini, anak-anak lebih mudah mengenal identitas daerahnya,” tambah Erna.

Kegiatan semakin semarak dengan kehadiran Yuk Cilik Sidoarjo, Desmilana Tenri Zhafeera, yang turut mendampingi dan memberi semangat kepada para peserta.
Figur duta anak tersebut juga mengenalkan berbagai destinasi wisata dan budaya Sidoarjo, seperti Wisata Bahari Tlocor, Industri Tas dan Koper Tanggulangin, Candi Dermo, Pulau Lusi, Candi Pari, hingga Museum Mpu Tantular.

Melalui Gebyar Literasi Anak ini, Erna berharap literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca, tetapi juga sebagai sarana menanamkan karakter, nilai sejarah, serta kecintaan terhadap daerah sejak usia dini.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Sidoarjo untuk membangun generasi yang literat, berkarakter, dan berakar pada budaya lokal,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Warga Keluhkan Dampak Lingkungan Pengolahan Tanah di Sekitar JL Sumur Jambu Pinang Ranti Jaktim

3 February 2026 - 23:10

FKPM Mambak Kecam Akun Facebook yang Rendahkan Martabat Ratu Kalinyamat Jepara

3 February 2026 - 23:05

Pekerja Bangunan di Jepara Dilarikan ke RSUD Kartini Usai Tersengat Listrik di Atap Gudang SPPG Lebuawu

3 February 2026 - 23:02

Temuan Tonggak Penebangan di Beteng Portugis Picu Pertanyaan Tata Kelola Cagar Budaya

3 February 2026 - 22:58

News Trending DAERAH