Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Gubernur Aceh Ikuti PTIJK Virtual Bersama Presiden

LOGOS TNbadge-check


					Gubernur Aceh Ikuti PTIJK Virtual Bersama Presiden Perbesar

Banda Aceh, Transnews.co.id – Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengikuti Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2022 secara virtual dari Pendopo Gubernur, Kamis 20 Januari 2022.

Pertemuan yang juga diikuti Presiden Joko Widodo itu digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan peserta lainnya para pimpinan kementerian/lembaga negara, kepala daerah, serta pemangku kebijakan strategis lainnya.

Gubernur Nova dalam kegiatan itu turut didampingi Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, Yusri dan Kepala Biro Ekonomi Setda Aceh, Amirullah.

PTIJK 2022 merupakan acara tahunan OJK sebagai sarana penyampaian arah kebijakan OJK kepada Industri Jasa Keuangan, serta sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi kinerja OJK kepada publik.

Tahun ini kegiatan itu mengusung tema “Penguatan Sektor Jasa Keuangan untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Melalui Penciptaan Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru”.

Presiden Jokowi dalam arahannya yang disampaikan secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, menyebutkan pemerintah berharap industri jasa keuangan mendukung akselerasi pemulihan ekonomi nasional (PEN) serta menyukseskan agenda reformasi struktural.

Pemerintah, kata Presiden, akan terus memacu pembangunan infrastruktur dan dilanjutkan dengan reformasi di bidang manufaktur, dan industri, hilirisasi mineral, dan meningkatkan ekspor barang-barang olahan.

Presiden juga menyebutkan, pembangunan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus akan terus ditambah dan ditingkatkan. Hal itu diharap menjadi sumber pertumbuhan baru dalam meningkatkan ekspor manufaktur dan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

“Kebijakan reformasi struktural akan terus kita lanjutkan dengan berfokus pada pembangunan ekonomi berbasis enviromental, social ,dan governance, serta terus mendorong transformasi teknologi dan digitalisasi dalam upaya mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Presiden.

Selain itu, Presiden juga mengatakan instrumen kebijakan dan pengawasan dari OJK harus mampu mencegah meluasnya dampak pandemi Covid-19 terhadap ekonomi dan sektor keuangan.

Presiden juga berharap instrumen dari OJK mampu menguatkan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah, serta sektor informal agar mampu bertahan di tengah pandemi.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Siagakan OPD Hadapi Mudik Lebaran 2026, WFA Diterapkan Tanpa Ganggu Layanan Publik

18 Maret 2026 - 20:02

Pemkab Sidoarjo Berangkatkan 1.400 Pemudik Gratis, Siapkan 28 Bus ke 5 Rute Favorit

18 Maret 2026 - 20:00

Jelang Lebaran 2026, Forkopimda Jepara Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman

17 Maret 2026 - 21:39

Semarak Ramadhan, Grup Senam Aerobik Saigo Jepara Gelar Buka Bersama untuk Pererat Silaturahmi

16 Maret 2026 - 21:52

News Trending DAERAH