Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PERISTIWA

Gubernur Jatim Gandeng Ormas Kepemudaan Manfaatkan Lahan Idle

LOGOS TNbadge-check


					Gubernur Jatim Gandeng Ormas Kepemudaan Manfaatkan Lahan Idle Perbesar

Jatim Transnews.co.id- Gubernur Jawa Timur,Khofifah Indar Parawansa meminta agar lahan idle (lahan yang tidak di gunakan) milik Dinas Perkebunan, Dinas Pertanian dan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dipetakan dan bisa dimanfaatkan untuk produksi tanaman kopi dan kakao oleh organisasi kepemudaan maupun kelompok perempuan dengan sistem kerjasama kemitraan.

“Kita ingin lahan mana yang bisa kita lakukan kerjasama dengan pemuda Ansor, kita lakukan kerjasama dengan pemuda Muhammadyah, kita kerjasama dengan koperasi wanita dan juga Pramuka, sehingga nantinya adalah pemuda produktif, “ujarnya dalam rapat virtual penguatan ekonomi masyarakat Jawa Timur melalui agribisnis kopi dan kakao berbasis kelompok wanita dan pemuda, Selasa (19/1/2021).

Gubernur Khofifah mengatakan, pemanfaatan lahan idle untuk peningkatan produktifitas perkebunan kopi dan kakao tersebut merupakan bagian dari program Jatim Bangkit tahun 2021 yang berbasis partisipasi masyarakat.

Selain itu, dirinya menyarankan adanya kerjasama dalam bentuk kemitraan antara organisasi kepemudaan dengan pusat penelitian kopi dan kakao yang ada di Jawa Timur guna peningkatkan produktifitas tanaman tersebut.

Sementara itu Kepala Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Dr Ir Wahyu Susilo SP MP menjelaskan bahwa peluang pasar produksi kopi dan kakao di Jawa Timur masih cukup besar.

“Saat ini Masih terjadi kekurangan bahan baku industri untuk biji kopi dan kakao di Jawa Timur,”ungkapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri kopi dan kakao tersebut, sambungnya serta kebutuhan nasional atau ekspor perlu pemanfaatan potensi sumber daya (lahan/ SDM/IPTEK) yang telah tersedia untuk secara signifikan meningkatkan perekonomian masyarakat Jawa Timur.

Dikatakannya dari data Puslit Kopi dan Kakao menyebutkan produksi kopi per tahun mencapai 39.309 ton pertahun dan kakao mencapai 19.842 ton pertahun.

“Sedangkan sektor hilir kopi dan kakao di Jawa Timur sudah sangat berkembang dengan banyaknya pabrik pengelolahan kopi dan kakao skala besar maupun UMKM,”tuturnya. (Hadi) Editor:Nas

Baca Lainnya

Bupati Subandi Tinjau SDN Sidokepung yang Atapnya Ambruk, Pemkab Siapkan Solusi Cepat dan Jangka Panjang

18 April 2026 - 18:46

Wabup Sidoarjo Resmikan SPPG Desa Prasung, Dorong Layanan Gizi Terintegrasi dan Ekonomi Lokal

16 April 2026 - 19:48

Ketua DPRD Jepara: Retreat Akmil Jadi Kunci Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah

16 April 2026 - 17:23

Gebrakan Tahun Ketiga, IMAC Film Festival Kini Bertransformasi Jadi Ajang Internasional

16 April 2026 - 15:29

News Trending ENTERTAINMENT