Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Habib Hanif Al Attas Ikut Menandatangani Memorandum Penyelamatan Situs Poteu Jeumaloy

LOGOS TNbadge-check

TN.ACEH l — Dukungan dari berbagai pihak dan lapisan masyarakat terus berdatangan untuk menyelamatkan kawasan Taman Poteu Jeumaloy atau kawasan makam Sultan Sayed Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail. Situs Cagar Budaya Sultan Aceh cucu Rasulullah SAW yang hampir musnah ini terletak tepat disamping Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Habib Hanif Al Attas, ulama Habaib kondang yang tengah mengadakan kunjungan ke Aceh (25/12/2019) menyampaikan kalau kawasan Taman Poteu Jeumaloy harus diperjuangkan apalagi Sultan Sayed Jamalul Alam adalah seorang Habib cucu Rasulullah SAW, Ulama sekaligus Sultan Besar di Aceh Darussalam tempat pertama Islam datang ke Asia Tenggara.

Untuk itu Habib Hanif Al Attas, yang juga merupakan menantu Habib Rizieq Shihab ini, mendukung penuh perjuangan membebaskan kawasan Makam Poteu Jeumaloy dari bangunan dan kalau bisa diperluas sehingga selayaknya makam Sultan besar dan penyebar Islam mulia. Habib pun langsung menandatangani Memorandum penyelamatan Taman Poteu Jeumaloy.

“Memorandum ditujukan untuk PYM Wali Nanggroe Aceh, Gubernur Aceh, Pimpinan DPR Aceh, Walikota Banda Aceh, Pimpinan DPRK Banda Aceh, Tim Ahli Cagar Budaya(TACB) Kota Banda Aceh dan Balai Pestarian Cagar Budaya (BPCB) Aceh,” terang Cut Putri, ketua Darud Donya, yang selama ini konsen akan menjaga situs dan sejarah nenek moyang bangsa Aceh.

Memorandum berisi 4 (empat) point yaitu meminta pihak-pihak yang berkompeten untuk:

1. Membersihkan dan menertibkan akses jalan menuju cagar budaya Makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir yang sekarang dipakai sebagai tempat berjualan Bakso.

2. Membebaskan kawasan cagar budaya Makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail dari bangunan-bangunan, dan mengembalikan kawasan situs cagar budaya tersebut seperti semula.

3. Memugar dan memulihkan kawasan cagar budaya Makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir sehingga kembali menjadi Taman Poteu Jeumaloy, sebagaimana aslinya di manuskrip.

4. Mengusulkan agar nama jalan utama di kawasan cagar budaya tersebut, menjadi nama; Jalan Sultan Jamalul Alam Badrul Munir.

Cut Putri mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan do’a Habib Hanif Al Attas dan berharap akan membuka mata dan hati Pemerintah Kota Banda Aceh dan semua pihak untuk bersama menyelamatkan kawasan makam Sultan Sayed Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail hingga kembali menjadi Taman Poteu Jeumaloy.*** (Agam)

Baca Lainnya

Dirut Asasta: Penggunaan Air Perpipaan Adalah Langkah Nyata Menjaga Kelestarian Sumber Daya Air

12 Februari 2026 - 21:20

Bakesbangpol Jepara Monitoring Sekretariat SWI, Dorong Kiprah Organisasi Terus Ditingkatkan

12 Februari 2026 - 19:54

Pemkab Sidoarjo Renovasi 400 Warung Rakyat, Naikkan Bantuan Jadi Rp10 Juta per Unit di Tahun 2026

11 Februari 2026 - 21:31

IWAPI Sidoarjo Didorong Jadi Motor Transformasi Digital, Sekda Fenny: Perempuan Pengusaha Kunci Indonesia Emas 2045

11 Februari 2026 - 21:29

News Trending DAERAH