Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Ibu Hamil Terjepit Shuttle Bus Bandara,Evakuasinya Dramatis

LOGOS TNbadge-check


Tangerang,transnews.co.id- Seorang Ibu hamil menjadi korban kecelakaan di TOD M1 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Minggu (5/1/20). Peristiwa ini sontak menjadi perhatian pengguna jalan.

Kronologis korban yang merupakan karyawan PT. ISU sedang dalam perjalan pulang menuju M1 Selapajang, Tangerang. Korban menumpang shuttle bus dan turun di tengah perjalan. Namun saat sedang menyebrang korban tak melihat ada shuttle bus lain yang melintas.

Supir shuttle bus yang terkejut melihat korban, sempat membanting setir ke kiri. Tetapi tetap tak bisa menghindari kecelakaan, disebabkan kondisi korban yang berbadan dua menjadikan korban akhirnya terjepit di bodi belakang bus.

Dua petugas lapangan yang berada di sekitar kejadian, berusaha menolong dan memerintahkan supir memundurkan bus sebagai upaya untuk menolong korban.

Dadang salah satu petugas lapangan menuturkan, dikarenakan kondisi korban yang sedang hamil dan pula jalan yang sempit, membuat proses pertolongan sedikit sulit dilakukan. Hingga akhirnya petugas berhasil mengeluarkan korban dari dalam kolong bus bernopol B 7240 TAA.

Korban pun sempat mendapatkan pemeriksaan dari dokter KKP dan di diagnosa menderita luka dalam. Saat ini korban pun sedang dalam perawatan. Sementara supir sedang mendalami proses pemeriksaan oleh polres bandara.

Kecelakaan ini pun mendapatkan sorotan dari San Rodi S.Ip, wakil Sekwilda bidang Polhukam LSM LIRA Banten. Kucay, panggilan akrab Dan Rodi mengatakan, kecelakaan yang terjadi di M1 ini perlu menjadi evaluasi pihak bandara. Agar kejadian serupa tak berulang, maka diperlukan zebra cross sebagai penanda tempat melintas pejalan kaki dan menjadi tanda bagi pengguna kendaraan untuk memperlambat jalan.

“Dari video yang saya dapat, terlihat korban terjepit bus dan setelah berhasil dikeluarkan, korban kondisinya memprihatinkan. Apalagi terlihat korban sedang hamil. Lalu siapa yang patut disalahkan dari kejadian ini?” ucapnya.

Kucay pun berharap pihak bandara dapat memberikan fasilitas terbaik bagi pengguna jalan terutama di area M1, di mana banyak karyawan yang bekerja di bandara melintas untuk pulang-pergi.

“Semoga saja hal seperti ini tak terjadi lagi dan ini menjadi yang terakhir kalinya,” tegasnya.(AE)

Baca Lainnya

Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan Dimulai 6 April 2026, Lalu Lintas Dialihkan

5 April 2026 - 20:28

Aspidum Kejati Jatim Dicopot, Kejagung Lakukan Pemeriksaan Internal

4 April 2026 - 07:57

BPBD Jatim Tetap Layani Kebencanaan di Bangkalan Saat Penerapan WFH

3 April 2026 - 18:37

Beri Uang Pembinaan, Ketua DPRD Jepara Bakar Semangat Atlet Karate di Kejurprov Jateng

3 April 2026 - 18:02

News Trending DAERAH