Ine Hidayah, Master Sebuku Dari Dataran Tinggi Gayo

TN.ACEH l — Aceh memiliki keberagaman seni dan budaya. Salah satunya adalah seni meratap dari dataran tinggi Gayo, yang lebih dikenal dengan nama sebuku.

Ine Hidayah seorang maestro sebuku, seni meratap dari Gayo ini kerap kali melantunkan sebuku meratap di berbagai kesempatan bila ia diundang dalam berbagai perhelatan seni Aceh.

“Kami bersebuku bukan hanya di beberapa daerah di Indonesia, tetapi sudah keliling negara seperti Berunai Darussalam, Malaysia, Singapur, dan negara Asia lainnya. Bahkan belum lama ini kami juga keliling eropa memperkenalkan sfni Aceh, salah satunya sebuku,” cerita Ine Hidayah, senin (18/11/19).

Ine Hidayah seringkali tampil bersebuku bersama Penyair LK. Ara, yang tak lain adalah susminya.

“Kami memang sering berkolaborasi. Saat Bapak (LK. Ara) membacakan puisi, biasanya diiringi sebuku yang saya ratapi,” cerita Ine Hidayah.

Seni meratap – Sebuku ini memang tidak semua orang bisa. Karena selain ia harus memiliki keindahan suara, ia juga harus mampu melagamkan setiap kisah dengan rangkaian cerita yang membuat orang terbawa pada ratapannya.

“Karena waktu jaman muda saya juga qoriah, sehingga lagam sebuku yang harus memiliki keindahan suara bagi saya hal yang biasa. Tinggal memang harus mampu menyusun kisah yang dapat menggugah setiap orang yang mendengarkan. Beruntung saya sering kolaborasi dengan LK. Ara jadi tinggal saya sesuaikan dengan isi puisinya,” kata Ine Hidayah.*** (Gara)

Ine Hidayah saat kolaborasi dengan penyair LK. Ara yang tak lain adalah suaminya.

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, silahkan mengirim sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: transnewsredaksi@gmail.com