Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

KOMUNITAS

IPI Cabang Aceh Terbentuk, Kamar Agam Terpilih Menjadi Ketua

LOGOS TNbadge-check


					IPI Cabang Aceh Terbentuk, Kamar Agam Terpilih Menjadi Ketua Perbesar

TN.ACEH l — Ikatan Pelukis Indonesia (IPI) Cabang Aceh periode 2020-2025 telah terbentuk, Kamaruzzaman atau yang biasa dipanggilan Kamar Agam terpilih sebagai Ketua. Acara tersebut dilakukan di Sekretariat IPI Aceh di Jalan Makam Pahlawan, Reje Bukit, Lrg Petua Ucak no 101, Bebesen Takengon Aceh Tengah, Sabtu (28/11/2020).

Kamar Agam dalam menjalan roda organisasi didampingi oleh Sekretaris Arnaini dan Benderhara Hikma Hidayani, M.Pd.

Selain itu, dalam struktur kepengurusan ada penasehat yaitu Alwi Umar, Ibnu Hajat Lut Tawar, Syukry Tomas dan Jul Galeri. Untuk humas di percayakan kepada Zul Mubay.

“Untuk pengurus lengkap dengan bidang-bidang segera akan disusun untuk dibuat SK sebelum pelantikan,” ungkap Kamar Agam.

Rapat pembentukan IPI Cabang Aceh.

Kamar Agam mengatakan, berdirinya IPI Cabang Aceh, tidak lepas dari antusias seniman rupa yang selama ini terus berkarya di bidang masing-masing. Namun, belum memiliki payung hukum untuk sebuah legalitas sanggar/komunitas.

“IPI hadir memberikan solusi untuk para pegiat seni rupa di seluruh indonesia termasuk Aceh untuk lebih mudah bekerja sama dengan pemerintah ataupun dengan swasta ketika membuat sebuah even pameran, pelatihan, dan lain-lain,” katanya.

Lebih jauh Kamar Agam mengungkapkan, sangat penting peranan seni rupa dalam membangun sebuah daerah bahkan keberadaannya mutlak, apalagi daerah yang memiliki gelar kota wisata seperti Takengon, Aceh Tengah  atau Kota Sabang yang setiap lekuknya memiliki keindahan yang membuat semua orang akan menjadi ingin datang.

“Oleh karena itu, kami melihat pentingnya sebuah paguyuban besar seperti IPI untuk memudahkan perupa bekerja sama dengan pihak pemerintah dan swasta, guna meningkatkan produktivitas berkarya dalam kerjasama memajukan seni budaya Aceh melalui seni rupa,” kata Kamar Agam menjelaskan.*** (PG)


Baca Lainnya

Bupati Sidoarjo Sidak RTLH dan Salurkan Bantuan, Soroti Akses Kesehatan Warga Rentan

2 Mei 2026 - 21:06

Mendikdasmen Resmikan Masjid Al-Huda di Bangkalan

2 Mei 2026 - 21:04

Jakarta Peringkat 2 Dunia Penyumbang Metana, Pakar UPER: Alarm Bom Waktu Iklim!

2 Mei 2026 - 15:18

BPK dan DPR RI Sosialisasikan Akuntabilitas Dana Desa di Pasuruan, Ratusan Kades Hadir

1 Mei 2026 - 18:40

News Trending PERISTIWA