Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Irigasi Cirompang Bungbulang Garut Minta Di Normalisasi

LOGOS TNbadge-check


					Irigasi Cirompang Bungbulang Garut Minta Di Normalisasi Perbesar

Garut,transnews.co.id-Masyarakat Kp Tegalega,Kp Pasarean dan Kp Tegalaja Desa Hegarmanah Bungbulang Garut Jawa Barat, meminta pemerintah untuk segera normalisasi lrigasi Cirompang, karena kondisi pengairan untuk pertanian sawah saat ini masih mengandakan air tada hujan.

Hal itu di ungkapkan sejumlah petani dan sejumlah tokoh masyarakat di tiga lokasi area itu, Sabtu (16/1/2020).

Masyarakat petani mengatakan tiga area pertanian itu memiliki kurang lebih luas 400 hektar (sumber Desa Hegarmanah). Selama ini area pertanian tersebut kering.

“Makanya para petani di daerah tersebut meminta Pemerintah terkait untuk menormalisasi kembali,”katanya.

Hal senada diungkapkan Haris seorang petani. Haris sambil menunjukan lokasi irigasi yang sudah rusak mengatakan lrigasi ini sangat tidak memadai karena secara kasat mata air irigasi tidak bisa mengalir ke hilir,karena agak menanjak.

Dikatakan Haris, saluran irigasi ini , ini harus di normalisasi kembali untuk lokasi Blok Ranca Bohong sampai Blok Ranca Bisoro yang posisinya rusak parah.

“Blok Pasir Bohong yang tembok dinding irigasi roboh ini diduga tidak bisa menahan debit air dengan di perparah posisi saluran irigasi agak menanjak,”terangnya.

Dalam hal ini,sambung Haris, sebaiknya Pemerintah bisa survey lokasi irigasi yang rusak serta perlu normalisasi kembali,karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak yang sangat bergantung sekali dari bertani.

Petani kata Haris menginginkan tindakan nyata dari Pemerintah terkait irigasi di Desa Hegarmanah karena penderitaan petani dengan terhambatnya aliran air irigasi sudah berkepanjangan.

” Delapan tahun berjalan kami para petani tidak bisa mengelola sawah yang kami miliki karena kurangnya pasokan air,”kata Haris.

Hingga berita ini disusun Ka UPT Binamarga Dan SDA Wil Bungbulang belum terkonfirmasi.(rus) Editor:Nas

Baca Lainnya

Peringati HANI 2026, Kesbangpol Jepara Perkuat Gerakan Bersama Cegah Penyalahgunaan Narkoba

26 Juni 2026 - 22:17

Sekolah Rakyat Pasuruan Siap Sambut 480 Siswa Baru, Progres Pembangunan Capai 84,9 Persen

26 Juni 2026 - 20:41

Bupati Subandi Tegaskan Tak Ada Proyek Asal Jadi, Perbaikan SDN Waung Diawasi Ketat

26 Juni 2026 - 20:34

Ribuan Warga Meriahkan Kirab Budaya Pergantian Luwur Adipati Tjitrosomo, Ketua DPRD Jepara: Wujud Penghormatan kepada Leluhur

26 Juni 2026 - 14:39

News Trending DAERAH