Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

IWAPI Jatim Gelar Fashion Runway 2025, Angkat Wastra Mojokerto dan Perkuat Ekonomi Kreatif

Avatar photobadge-check


					IWAPI Jatim Gelar Fashion Runway 2025, Angkat Wastra Mojokerto dan Perkuat Ekonomi Kreatif Perbesar

IWAPI Jatim Gelar Fashion Runway 2025, Angkat Wastra Mojokerto dan Perkuat Ekonomi Kreatif

SURABAYA, transnews.co.id – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) DPD Jawa Timur menggelar IWAPI Fashion Runway 2025 di Dyandra Convention Hall Surabaya, Selasa (18/11/2025). Ajang ini menjadi wadah apresiasi bagi desainer lokal untuk menampilkan potensi wastra daerah sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Jawa Timur.

Ketua IWAPI DPD Jawa Timur, Susmiati Rahmawati, menegaskan bahwa IWAPI Fashion Runway digelar untuk memberdayakan desainer lokal, khususnya anggota IWAPI, agar dapat berkolaborasi dengan perajin wastra, tenun, dan batik.

Tahun ini, Batik Mojokerto bermotif gunungan kembali dipilih menjadi ikon utama peragaan busana. “Acara ini dapat terlaksana berkat dukungan semua pihak. Tujuan kami adalah mengibarkan karya desainer IWAPI Jawa Timur bersama para perajin lokal, terutama batik dan tenun yang menjadi kekuatan daerah,” ujar Susmiati.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik.

Ketua Panitia IWAPI Fashion Runway 2025, Lilik Endang Suparni—yang juga Wakil Ketua Umum Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif IWAPI Jawa Timur—mengungkapkan bahwa gelaran tahun ini diikuti oleh 16 desainer, masing-masing menampilkan enam busana.

“Meskipun jumlahnya lebih sedikit dibanding tahun lalu, yaitu 22 desainer, kegiatan ini tidak berorientasi pada keuntungan. Fokus kami adalah memberi ruang, akses, dan peluang bagi desainer untuk tampil dan mempromosikan karya mereka,” jelas Lilik.

Ia menambahkan, audiens IWAPI Fashion Runway merupakan kelompok terpilih yang memiliki minat terhadap fesyen dan produk lokal. Dengan penyelenggaraan ini, Lilik berharap para ibu-ibu dan pemerhati fesyen dapat turut menjadi pencipta tren penggunaan wastra daerah.

“Kami ingin menunjukkan bahwa karya desainer tidak selalu mahal. Dengan bahan lokal, hasilnya tetap bisa menarik dan berkualitas,” ujarnya.

Konsep acara tahun ini menggabungkan panggung fesyen dan bazar UMKM, sekaligus menonjolkan ikon daerah. “Tahun ini, IWAPI menggandeng Kabupaten Mojokerto untuk mengangkat Tenun dan Batik Mojokerto sebagai ciri utama peragaan busana,” kata Lilik.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang selama ini memberikan dukungan kuat, khususnya dalam kegiatan misi dagang dan pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif. Menurutnya, kolaborasi semacam ini penting agar produk lokal mampu bersaing dengan produk luar negeri.

“Kalau tidak sering membuat kegiatan seperti ini, kita bisa kalah dengan barang luar. Guangzhou misalnya memang murah, tapi mereka tidak punya wastra seperti kita. Kita harus bangga dengan produk sendiri,” tegasnya.

Melalui ajang ini, Lilik berharap dapat terbuka jaringan pasar yang lebih luas bagi para desainer. “Setiap desainer membawa relasi dan pelanggan masing-masing, sehingga pertemuan antar pelaku industri kreatif menjadi peluang besar untuk pertumbuhan pasar lokal,” pungkasnya.

Diketahui, acara tersebut turut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto, Forkopimda, para mitra pendukung, serta seluruh jajaran DPC IWAPI se-Jawa Timur.

Dengan antusiasme peserta dan dukungan penuh dari berbagai pihak, IWAPI Fashion Runway 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat kreativitas dan kebanggaan terhadap wastra Jawa Timur. Acara ini diharapkan dapat terus menjadi wadah kolaborasi dan pertumbuhan bagi desainer lokal di tahun-tahun mendatang.

Baca Lainnya

Polres Jepara Gelar Operasi Keselamatan Candi 2026, Tindak Tegas Pelanggaran Lalu Lintas

1 Februari 2026 - 14:28

Polres Jepara Gelar Operasi Keselamatan Candi 2026, Tindak Tegas Pelanggaran Lalu Lintas

Dukung Program MBG, Kapolres Jember Resmikan SPPG di Mayang

1 Februari 2026 - 10:45

Dukung Program MBG, Kapolres Jember Resmikan SPPG di Mayang

Jelang Bulan Ramadhan, Polres Jember Tingkatkan Pengawasan Distribusi Bahan Pokok

1 Februari 2026 - 10:41

Jelang Bulan Ramadhan, Polres Jember Tingkatkan Pengawasan Distribusi Bahan Pokok

Pelantikan 14 RT dan 4 RW Desa Sowan Lor Jepara, Camat Kedung Apresiasi Demokrasi Hingga Tingkat Terbawah

1 Februari 2026 - 07:16

Pelantikan 14 RT dan 4 RW Desa Sowan Lor Jepara, Camat Kedung Apresiasi Demokrasi Hingga Tingkat Terbawah
News Trending DAERAH