Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Ribuan Warga Jepara Padati Tradisi Baratan, Rayakan Nisfu Sya’ban Dengan Kirab Lampion

Avatar photobadge-check


					Ribuan Warga Jepara Padati Tradisi Baratan, Rayakan Nisfu Sya’ban Dengan Kirab Lampion Perbesar

Ribuan Warga Jepara Padati Tradisi Baratan, Rayakan Nisfu Sya’ban Dengan Kirab Lampion

JEPARA, transnews.co.id – Ribuan warga dari wilayah Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, berbondong-bondong mengikuti tradisi Baratan, sebuah kirab budaya yang digelar setiap bulan Sya’ban atau Ruwah, bertepatan dengan malam Nisfu Sya’ban, Minggu (1/2/2026).

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang biasanya berpusat di Pendopo Kalinyamat, perhelatan kali ini dipusatkan di Dukuh Kauman, Desa Bandungrejo. Perubahan lokasi ini tidak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk menyaksikan iring-iringan budaya yang sarat akan makna spiritual dan sejarah tersebut.

Secara etimologi, nama “Baratan” diyakini berasal dari kata Baroatan yang berarti ngalap berkah atau mencari keberkahan. Tradisi ini diselenggarakan tepat pada tanggal 15 bulan Ruwah (penanggalan Jawa) atau Nisfu Sya’ban.

Ribuan Warga Jepara Padati Tradisi Baratan, Rayakan Nisfu Sya’ban Dengan Kirab Lampion

Ribuan Warga Jepara Padati Tradisi Baratan, Rayakan Nisfu Sya’ban Dengan Kirab Lampion

Masyarakat setempat memercayai momen ini sebagai malam pengampunan dosa. Dengan menggelar Baratan, warga berharap dapat memasuki bulan suci Ramadhan dalam kondisi suci, baik secara lahir maupun batin.

Selain aspek religius, tradisi ini merupakan bentuk penghormatan terhadap Nyai Ratu Kalinyamat, tokoh ikonik Jepara. Kirab ini merefleksikan kembali sejarah dan nilai perjuangan sang ratu, termasuk kisah tapa brata yang melegenda dalam menuntut keadilan.

Iring-iringan kirab dimeriahkan oleh:

Lampion dan Obor: Menghiasi sepanjang rute kirab sebagai simbol cahaya.

Ornamen Budaya: Menggambarkan identitas lokal dan sosok Ratu Kalinyamat.

Penyajian Nasi Puli: Kuliner khas ini dibagikan sebagai simbol persaudaraan dan sikap saling memaafkan antarwarga.

Tradisi Baratan bukan sekadar tontonan, melainkan sarana memperkuat tali silaturahmi. Kehadiran ribuan orang dari berbagai desa membuktikan bahwa identitas budaya lokal masih menjadi kebanggaan sekaligus pemersatu masyarakat di Kabupaten Jepara.

Dengan tetap terjaganya tradisi ini, masyarakat Kalinyamatan berhasil menjaga keseimbangan antara penghormatan kepada leluhur dan persiapan spiritual menuju bulan Ramadhan yang tinggal menghitung hari.

Baca Lainnya

Bupati Jepara Lantik 57 Pejabat Struktural dan Fungsional, Tekankan Pelayanan Publik Lebih Optimal

13 Maret 2026 - 07:41

Tanpan IMB, DPRD Depok Desak Perumahan Diamond Field Disegel

12 Maret 2026 - 21:02

Hadiri Operasi Pasar Murah Jepara, Ketua DPRD Dorong Pemerintah Tetap Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok

12 Maret 2026 - 20:28

Buka Bazar Raya Ramadan 2026, Sekda Depok Dorong Kebangkitan UMKM Lokal

12 Maret 2026 - 20:11

News Trending DEPOK