Menu

Otomatis

DAERAH

Camat Mayong Usulkan Monumen Ari-Ari Kartini Jadi Destinasi Outing Class Siswa

Avatar photobadge-check

Camat Mayong, Muh. Taufik saat berkunjung ke Monumen ari-ari Raden Ajeng Kartini Perbesar

Camat Mayong, Muh. Taufik saat berkunjung ke Monumen ari-ari Raden Ajeng Kartini

JEPARA, transnews.co.id — Monumen ari-ari Raden Ajeng Kartini yang terletak di Desa Palemkerep, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, menjadi salah satu destinasi yang ramai dikunjungi masyarakat pada peringatan Hari Kartini, Selasa (21/4/2026).

Lokasi monumen yang berada di sekitar Kantor Kecamatan Mayong dan Koramil 05/Mayong ini setiap tahunnya menarik perhatian pelajar maupun masyarakat umum yang ingin mengenang perjuangan tokoh emansipasi perempuan asal Jepara tersebut.

Keberadaan monumen ini tidak hanya menjadi penanda sejarah, tetapi juga simbol penting yang mengingatkan semangat perjuangan Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan, khususnya di bidang pendidikan, ekonomi, politik, dan pemerintahan.

Camat Mayong, Muh. Taufik, menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini merupakan momentum bagi generasi muda untuk meneladani nilai-nilai perjuangan Kartini.

“Peringatan Hari Kartini mengingatkan kita semua, khususnya generasi penerus, untuk meneladani semangat beliau dalam memperjuangkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan di berbagai sektor,” ujarnya di Pendopo Kecamatan Mayong.

Ia menambahkan, pihaknya bersama lintas sektor berkomitmen menjaga keberadaan monumen tersebut sekaligus memperkenalkan potensi yang dimiliki wilayah Mayong sebagai bagian dari sejarah lahirnya Kartini.

“Kami ingin Mayong tetap dikenal sebagai tempat yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Kartini, sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Taufik berencana mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Jepara dan Dinas Pendidikan agar kegiatan pembelajaran di luar kelas (outing class) bagi siswa dapat diarahkan ke lokasi monumen tersebut. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap sosok dan perjuangan Kartini.

Selain menjaga nilai sejarah, pengelola juga terus merawat kebersihan dan kenyamanan lingkungan monumen. Menariknya, masyarakat dapat mengunjungi lokasi ini tanpa dikenakan biaya.

“Kami memastikan lingkungan tetap bersih dan nyaman. Pengunjung juga tidak dipungut biaya, sehingga siapa pun bisa datang dan belajar langsung dari situs sejarah ini,” tambahnya.

Ke depan, pihak kecamatan berharap adanya peningkatan fasilitas di kawasan monumen, termasuk penyediaan informasi sejarah yang lebih lengkap serta dokumentasi visual tentang kehidupan dan perjuangan Kartini.

“Kami berharap fasilitas bisa dilengkapi, termasuk informasi sejarah singkat dan dokumentasi foto agar pengunjung semakin memahami nilai sejarah monumen ini,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Cegah Kepanikan Megathrust, Pakar UPER Tekankan Pentingnya Literasi Informasi Bencana

14 Sep 2026 - 21:10 WIB

Cegah Kepanikan Megathrust, Pakar UPER Tekankan Pentingnya Literasi Informasi Bencana

Pengamat Sebut Layanan Biskita Depok Tak Menyasar Masyarakat Kelas Bawah

14 Sep 2026 - 11:50 WIB

Pengamat Sebut Layanan Biskita Depok Tak Menyasar Masyarakat Kelas Bawah

​BNI Beyoutiful Symphony Festival 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Edukasi Estetika Berbasis Sains

12 Sep 2026 - 19:04 WIB

​BNI Beyoutiful Symphony Festival 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Edukasi Estetika Berbasis Sains

Peringati Harpelnas, Asasta Depok Adakan Asasta Fun Run 2026

12 Sep 2026 - 18:47 WIB

Peringati Harpelnas, Asasta Depok Adakan Asasta Fun Run 2026

Tirta Asasta Perluas Cakupan Pelayanan Air Bersih Melalui Pembangunan IPA

12 Sep 2026 - 18:44 WIB

Tirta Asasta Perluas Cakupan Pelayanan Air Bersih Melalui Pembangunan IPA

Pemkab Sidoarjo Dukung Pembangunan Kompi Produksi Kodim 0816 untuk Perkuat Ketahanan Pangan

10 Sep 2026 - 19:01 WIB

Pemkab Sidoarjo Dukung Pembangunan Kompi Produksi Kodim 0816 untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Trending di DAERAH