SIDOARJO, transnews.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mendukung rencana pembangunan Kompi Produksi Kodim 0816/Sidoarjo sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Kompi Produksi tersebut akan dibangun di lahan persawahan milik TNI AD seluas 7 hektare yang berada di Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan.
Dukungan tersebut disampaikan Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn saat meninjau langsung bakal lokasi pembangunan Kompi Produksi bersama Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf. Abraham Prihadi, Kamis pagi (10/9/2026).
Bupati Subandi menegaskan, Pemkab Sidoarjo siap berkolaborasi dengan Kodim 0816/Sidoarjo untuk menyukseskan pembangunan Kompi Produksi yang merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional.
“Pak Dandim punya program yang luar biasa. Program ketahanan pangan, program dari Pak Presiden Prabowo. Tentu kita sebagai pimpinan daerah akan memberikan dukungan,” ucapnya.
Menurut Subandi, Pemkab Sidoarjo juga akan membantu menyiapkan anggaran untuk pembangunan Kompi Produksi tersebut. Ia berharap pembangunan dapat mulai dilaksanakan pada bulan ini.
“Insya Allah dalam bulan ini ada pembangunan,” ujarnya.
Subandi juga meminta koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus diperkuat. Menurutnya, sinergi diperlukan agar program nasional tersebut dapat berjalan dengan baik.
Ia menambahkan, Kabupaten Sidoarjo masih memiliki sejumlah lahan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung program ketahanan pangan. Lahan tersebut, kata dia, perlu dikelola secara optimal sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Banyak tanah luas seperti ini yang bisa dimanfaatkan dan digunakan. Agar ketahanan pangan yang menjadi visi dan misi Pak Presiden dapat tercapai. Tentunya kita semua akan memberikan dukungan,” ungkapnya.
Sementara itu, Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf. Abraham Prihadi menjelaskan, Kompi Produksi Kodim 0816/Sidoarjo akan bergerak di lima sektor, yakni pertanian, perikanan, peternakan, konstruksi, dan kesehatan.
Kelima sektor tersebut nantinya akan dikembangkan dalam konsep peleton. Masing-masing terdiri dari Peleton Perikanan, Peleton Pertanian, Peleton Peternakan, Peleton Konstruksi, dan Peleton Kesehatan.
“Kompi Produksi nanti ada Peleton Perikanan, Peleton Pertanian, kemudian Peleton Peternakan, serta Peleton Konstruksi dan Peleton Kesehatan,” jelasnya.
Abraham menegaskan, pelaksanaan Kompi Produksi tidak hanya melibatkan anggota TNI. Masyarakat sekitar juga akan diberdayakan dalam berbagai kegiatan produksi, khususnya di sektor peternakan dan pertanian.
Sebagai contoh, masyarakat akan diajak mengembangkan budidaya hewan ternak produktif sehingga program tersebut tidak hanya berorientasi pada ketahanan pangan, tetapi juga dapat membuka ruang pemberdayaan ekonomi bagi warga.
“Tentunya kita ingin memberdayakan masyarakat sesuai yang sudah disampaikan Pak Bupati tadi. Kita tidak bergerak sendiri. Kita bisa memberdayakan masyarakat,” tegasnya.












Komentar ditutup.