Menu ✖

Otomatis

DAERAH

Panen Raya Padi Biosalin di Jepara: Jawaban atas Tantangan Banjir Rob

Avatar photobadge-check

Panen Raya Padi Biosalin di Jepara: Jawaban atas Tantangan Banjir Rob.  (Dok. Diskominfo Jepara) Perbesar

Panen Raya Padi Biosalin di Jepara: Jawaban atas Tantangan Banjir Rob. (Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA, transnews.co.id – Petani di wilayah pesisir Kabupaten Jepara mulai memanen padi varietas biosalin di tengah ancaman banjir rob yang kerap melanda.

Panen ini berlangsung di Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, Jumat (24/4/2026), sekaligus menjadi ajang uji coba bahan bakar alternatif berbasis sampah plastik untuk perahu nelayan dan alat pertanian.

Panen dilakukan di lahan seluas sekitar 10 hektare milik Kelompok Tani Jaya III. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengembangan kawasan ketahanan pangan dan energi terintegrasi di wilayah pesisir.

Panen Raya Padi Biosalin di Jepara: Jawaban atas Tantangan Banjir Rob. (Dok. Diskominfo Jepara)

Petani setempat, Zubaidi (55), mengungkapkan bahwa banjir rob masih menjadi tantangan utama, terutama pada musim tanam kedua. Air laut yang menggenangi lahan sering kali merusak tanaman padi.

“Kalau di pinggir pesisir, kena rob, padi tidak bisa hidup, langsung mati,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat gagal panen, petani tidak memiliki banyak pilihan selain menunggu musim berikutnya.

“Kalau gagal ya tidak bisa apa-apa. Petani hanya pasrah,” katanya.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyatakan bahwa pengembangan padi biosalin difokuskan untuk lahan pesisir dengan tingkat salinitas tinggi.

Dengan garis pantai Jepara yang mencapai sekitar 82,7 kilometer, program ini dinilai strategis untuk meningkatkan produktivitas lahan.

“Program ini harus terus diteruskan agar lahan pesisir bisa dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menjelaskan bahwa varietas padi biosalin dirancang khusus untuk kondisi tanah dengan kadar garam tinggi. Padi ini memiliki produktivitas sekitar 9 ton per hektare dengan masa tanam antara 84 hingga 107 hari.

Tak hanya itu, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan uji coba bahan bakar alternatif dari sampah plastik melalui proses pirolisis cepat. Dari setiap satu kilogram plastik dapat dihasilkan sekitar satu liter bahan bakar yang disebut “petasol”.

“Satu kilogram plastik menjadi satu liter bahan bakar. Ini bisa digunakan untuk perahu nelayan dan alat pertanian,” jelas Arif.

Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Pangan, Widiastuti, menilai inovasi padi biosalin membuka peluang baru dalam pemanfaatan lahan pesisir yang selama ini dianggap kurang produktif.

“Lahan pesisir yang selama ini dianggap marginal kini bisa dimanfaatkan untuk produksi pangan,” ujarnya.

Program ini diharapkan mampu menjadi solusi terpadu dalam menghadapi dampak perubahan iklim sekaligus meningkatkan ketahanan pangan dan energi di wilayah pesisir.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Direktur SDM Pertamina Ajak Generasi Muda Berinovasi dan Ciptakan Karya Bernilai Tambah

30 Okt 2026 - 15:21 WIB

Direktur SDM Pertamina Ajak Generasi Muda Berinovasi dan Ciptakan Karya Bernilai Tambah

Progres 98 Persen, Pembangunan Jembatan Sentong Bondowoso Masuki Tahap Akhir

30 Okt 2026 - 10:42 WIB

Progres 98 Persen, Pembangunan Jembatan Sentong Bondowoso Masuki Tahap Akhir

Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Banyuwangi Tuntas 100 Persen, Peresmian Serentak Masih Tertunda

30 Okt 2026 - 10:38 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Banyuwangi Tuntas 100 Persen, Peresmian Serentak Masih Tertunda

HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

30 Okt 2026 - 09:24 WIB

HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Khofifah Tantang Pemuda Jatim Buktikan Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata, SNBT Madura Melonjak 33 Persen

28 Okt 2026 - 22:30 WIB

Khofifah Tantang Pemuda Jatim Buktikan Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata, SNBT Madura Melonjak 33 Persen

Pembebasan Lahan Flyover Gedangan Butuh 200 Hari, Ganti Rugi Rp 450 Miliar Bergeser ke 2027

28 Okt 2026 - 22:27 WIB

Pembebasan Lahan Flyover Gedangan Butuh 200 Hari, Ganti Rugi Rp 450 Miliar Bergeser ke 2027
Trending di DAERAH