Transnews.co.id |Depok – Politisi Gerindra, Qori Hatmalina buka suara perihal banjir yang melanda wilayah jembatan penghubung Kelurahan Cipayung-Pasir Putih.
Politisi nyentrik yang kini berada di Komisi C DPRD Depok tersebut mendukung langkah Pemkot Depok terkait penyelesaian masalah sampah di TPA Cipayung terlebih dahulu.
Qori mengaku sepakat. Menurutnya, jika infrastruktur jembatan dibangun terlebih dahulu tanpa adanya penyelesaian masalah sampah maka akan menambahkan resiko pekerjaan di kemudian hari.

“Sepakat ya, kalau jembatan dulu yang dibangun, ketika ada kejadian longsor pada TPA Cipayung maka kerja akan jadi dua kali lipat,” kata Qori kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).
Lebih jauh Qori menuturkan, Pemerintah Kota Depok juga harus segera membuat kajian tentang relokasi warga yang berada di sekitar area banjir. Itu perlu dilakukan mengingat wilayah tersebut juga masuk dalam area rawan longsor.
“Intinya kami mendukung apa yang dilakukan Pemkot Depok, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala DPUPR, Citra Indah Yulianty memastikan Pemkot Depok akan membangun total jembatan penghubung Kelurahan Cipayung-Pasir Putih.
Citra menyebut proyek revitalisasi jembatan penghubung dua wilayah tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan pada 2027, setelah Pemerintah Kota Depok merampungkan penanganan prioritas persoalan sampah di TPA Cipayung.
Kepada wartawan, Citra menjelaskan bahwa penjadwalan ulang pembangunan fisik jembatan merupakan instruksi langsung Wali Kota Depok.
Dia mengatakan Pemkot ingin mengarahkan fokus utama pada penyelesaian masalah sampah yang dinilai mendesak dan membutuhkan alokasi anggaran besar pada 2026.
“Sudah mengusulkan pembangunannya. Tapi konsen untuk tahun 2026 itu menyelesaikan permasalahan sampah dulu di TPA Cipayung,” ujar Citra saat meninjau percepatan penanganan sampah dan banjir di area Jembatan Bulak Barat, pada awal tahun 2026.












