Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PERISTIWA

Kadis DLHK Depok : Setiap Orang Menghasilkan Sampah 0,6 Kg Setiap Harinya

LOGOS TNbadge-check

DEPOK, transnews.co.id |Pola konsumsi dan kebiasaan buruk warga kota yang abai terhadap lingkungan (baca: sampah) menjadi sumber masalah yang kian kronis ini. Hal itu dipaparkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Ety Suryahati pada Ngopi Bareng di kantor Sekber Wartawan Depok, Senin (11/11/2019)

Ety yang didampaingi Sekdis DLHK, H Ridwan, Kabid Kebersihan, Iyai dan Kepala UPT TPA, Ardan menjelaskan, Kota Depok setiap harinya menghasilkan sampah hingga 1.300 ton. Diperkirakan setiap orang memproduksi sampah seberat 0,6 hingga 0,8 kilogram dalam satu hari.

“Tanpa pengelolaan yang benar, jumlah sampah yang fantastis ini akan menghasilkan masalah serius bagi kota Depok” katanya

Pemkot Depok, tambah Ety, menaruh perhatian pengelolaan sampah yang menekankan pada pemilahan sampah menjadi dua unsur, yaitu organik (seperti sisa makanan) dan non-organik (dapat didaur ulang), yang dilakukan oleh warga Depok sendiri.

Mekanismenya sederhana. Setiap rumah tangga diwajibkan memilah sampah organik dan non-organik pada ember kecil, dan kemudian dikirimkan ke wadah ember besar yang menaungi sekitar 30 rumah tangga.

“Sampah yang sudah dipilah dari ember besar, kemudian dikirimkan ke unit pengelola sampah (UPS). Sampah-sampah organik akan diproses menjadi pupuk kompos, sampah non-organik dikirimkan ke industri pengolahan untuk proses daur ulang, sedangkan sampah residu dikirimkan ke TPA.” jelas Ety.

Depok juga memiliki sekira 600 bank sampah. Dimana warga dapat menukarkan sampahnya dengan sejumlah uang, sesuai nilai yang ditentukan.

Dengan skema yang sama seperti bank pada umumnya, Ety menjelaskan, setiap warga dapat menyetorkan sampah yang kemudian dicatat sebagai nasabah. Jika telah mencapai nilai yang ditetapkan, warga dapat mengambilnya sewaktu-waktu dalam bentuk uang sebagai imbal jasa.

“Intinya, warga didorong untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah. Dengan skema tersebut, Pemkot Depok mengklaim dapat mengurangi volume sampah sebesar 56 persen pada tahun 2019 ini.” tandasnya.

Ngopi bareng dengan tema “Sampah tanghungjawab Kita Bersama” itu berlangsung dua jam diselingi dengan diskusi yang dipandu Putra Gara. YN

Baca Lainnya

Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan Dimulai 6 April 2026, Lalu Lintas Dialihkan

5 April 2026 - 20:28

Aspidum Kejati Jatim Dicopot, Kejagung Lakukan Pemeriksaan Internal

4 April 2026 - 07:57

BPBD Jatim Tetap Layani Kebencanaan di Bangkalan Saat Penerapan WFH

3 April 2026 - 18:37

Beri Uang Pembinaan, Ketua DPRD Jepara Bakar Semangat Atlet Karate di Kejurprov Jateng

3 April 2026 - 18:02

News Trending DAERAH