Kasdam V Brawijaya: Awal Puasa Diharapkan Ada Penurunan Angka Covid Signifikan

Surabaya,transnews.co.id-Untuk menekan penyebaran Covid -19 Sekda Jatim Heru Tjahyono Ingatkan Masyarakat tetap disiplin terapkan disiplin 3M, Menjaga jarak, Mencuci Tangan, Memakai Masker.

Demikian dikatakan Heru saat menggelar rapat evaluasi Perberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara virtual, Rabu kemarin (3/3/2021).

Heru menegaskan jika tetap dalam disiplin menerapkan Protokol Kesehatan (prokes), kondisi ini bisa berjalan terus dan pada saatnya menyongsong puasa dan lebaran tetap dalam kondisi zona hijau dan tidak ada kenaikan kasus covid-19.

“Kedisiplinan di dalam prokes harus tetap dijaga walaupun kondisi di wilayah Madura ini kasusnya menurun. Alangkah baiknya kalau penggunaan masker terus berlanjut, khususnya di aparatur pemerintah, ASN memberikan contoh masyarakat untuk menggunakan masker,” tambahnya.

Sementara Kasdam V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto yang turut hadir dalam Rakor itu mengatakan, secara umum kerja keras yang telah dilakukan pasti akan ada hasilnya. Suharyanto yakin kerja keras tidak sia-sia dengan rasa tulus ikhlas kita melayani masyarakat dan berperan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Saya yakin menjelang bulan puasa nanti akan ada penurunan yang signifikan terhadap kasus-kasus positif, termasuk ada penambahan zona kuning di kabupaten-kabupaten lain,”ungkapnya.

Sekarang ada 16 daerah, mudah-mudahan di awal puasa nanti seluruh kabupaten sudah kuning dan bahkan sebagian ada yang hijau,” tambah Suharyanto.

Menurutnya, Bakorwil IV memang perlu mendapat apresiasi atas upaya kerja kerasnya, tentunya ini tidak hanya sampai disini, karena zona kuning di Kabupaten Madura diakui penerapan prokesnya masih perlu banyak perbaikan dan peningkatan.

“Terus terang saya katakan kesadaran masyarakat di Madura ini masih perlu diedukasi dan terus di sosialisasi. Dengan sinergitas forkopinda dan pemerintah maupun masyarakat dengan menegakkan disiplin prokes, sehingga mewaspadai munculnya cluster baru khususnya di Sumenep baik di daratan maupun di kepulauan,” tambahnya.

Dikatakannya, di Sumenep terdapat tempat-tempat wisata, baik wisata kepulauan maupun wisata religi yang masih banyak menimbulkan kerumunan masyarakat dengan prokes yang sangat minim. Seperti tempat wisata ziarah, yang seharusnya ada batasan pengunjung atau kapasitas di ruangan tersebut.

“Kalau tetap dibiarkan dikhawatirkan Kabupaten Sumenep yang sudah zona kuning bisa menjadi merah karena munculnya cluster baru,” ujarnya.

Ditambahkannya, sebenarnya wilayah Madura ini diuntungkan dengan karakteristik wilayah, Madura dengan prokes yang belum maksimal tapi kasusnya rendah, baik positif maupun kasus kematiannya.

“Kalau kita simak trendnya itu selalu rendah sehingga ada keuntungan karakteristik wilayah yang menyebabkan wilayah Madura ini menjadi rendah,”Pungkasnya.(HD)

Loading

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/ atau berita tersebut di atas, Silahkan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagai-mana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: transnewsredaksi@gmail.com