Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

EKBIS

Kepada Gubernur Jatim,Petani Keluhkan Pemasaran Pisang Varietas Unggul

LOGOS TNbadge-check


					Kepada Gubernur Jatim,Petani Keluhkan Pemasaran Pisang Varietas Unggul Perbesar

Malang, Transnews.co.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan peninjauan bibit kebun pisang varietas unggul di Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Selasa (16/3/2021).

Dalam peninjauanya Gubernur didampingi Wakil Bupati Malang Didik Gatot, beberapa Kepala OPD, dan belasan anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pisang Malang Raya (Pismara).

Dalam kesempatan itu Gubernur Khofifah melihat secara dekat kebun pisang milik warga setempat sekaligus melakukan proses tanam tunas pisang, yang masih menggunakan teknik Tumpang Sari karena keterbatasan lahan.

Gubernur memberikan tetenger nama pisang seberat puluhan kilogram untuk satu tandannya dengan nama ‘Pisang Mulia’. Nama tersebut disematkan, sesuai dengan tempat asal pisang tersebut tumbuh subur di kawasan Desa Srimulyo.

Kepada Gubernur para kelompok tani menyampaikan, keinginan mereka agar terfasilitasi pemerintah, utamanya pengembangan area penjualan.

“Meski sudah 11 tahun mengembangkan budidaya Pisang Mulia, pemasaran baru mencakup wilayah Surabaya dan Pulau Bali,” kata Lilik Sugianto, salah petani Pisang Mulia Srimulyo.

Lilik menyampaikan, proses panen pisang yang memiliki warna, tekstur dan rasa layaknya Pisang Cavendish dan penampilan seperti Pisang Ambon ini hanya dilakukan satu tahun sekali di masa tanam pertama.

“Selanjutnya, jika sudah berbuah kembali, panen dapat dilakukan setiap empat bulan sekali,”ungkap Lilik.

Menurut mereka, tidak ada perawatan khusus untuk membuat pisang berbuah lebat dan besar, jika dibandingkan ukuran pisang pada umumnya.

Menjawab keinginan para petani, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa soal kendala proses registrasi baik tanah maupun bibit yang dialami para petani pisang setempat langsung diinstruksikan kepada Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur yang mendampingi kunjungan untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

“Ini dilakukan agar produk pisang bisa ekspor. Proses inilah yang akan bisa memberikan nilai tambah agar pasar semakin luas dan harga semakin bagus,” katanya.(HD) Editor:Nas

Baca Lainnya

Perkuat Keandalan Pasokan Listrik Kawasan Strategis Jakarta, PLN Rampungkan Penggantian Transformator di GIS 150 kV Danayasa

12 Juli 2026 - 18:22

SWI Hadirkan Gerakan Sosial dan Peluang Ekonomi Kerakyatan Lewat SWI Green Impact 2026

12 Juli 2026 - 17:06

Wabup Mimik Sidak Tiga Lokasi Penyakit Masyarakat di Sidoarjo, Empat Wanita Diamankan dan Penertiban Berlanjut

12 Juli 2026 - 16:55

BRI BO Gatot Subroto Tebar 90 Paket Jumat Berkah ke Panti Asuhan Khoirul Ittihad Jakarta

11 Juli 2026 - 18:42

News Trending EKBIS