Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Keterbatasan Tempat, Santri TPA Al-Basmalah Belajar di Pelataran Rumah

LOGOS TNbadge-check


					Siswa TPA Al-Basmalah menunggu giliran mengaji karena keterbatasan tempat. Perbesar

Siswa TPA Al-Basmalah menunggu giliran mengaji karena keterbatasan tempat.

Karawang, Transnews.co.id – Sebanyak 200 orang Putra dan Putri Warga Dusun Kerajan RT 01/01 Desa Telukjaya, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat harus rela bergantian menunggu di pelataran rumah milik Ustadz Kardi dan Ustazah Nung Lela pengasuh dan pengajar karena keterbatasan tempat.

Menurut ustadz Kardi, kegiatan belajar mengajar dengan fasilitas seadanya tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2010 hingga saat ini. Selama 12 tahun guru dan siswanya yang merupakan santriwan dan santriwati dalam kegiatan KBM dengan sarana dan prasarana seadanya.

Ditempat dirinya mengajar sebanyak 200 orang santri menerima pelajaran dari tiga orang pengajar, Ustz Kardi, Ustadzah Nunglela dan Ustazah Siti Umaerah.

Kegiatan belajar mengajar dibagi menjadi tiga kelompok, dimulai jam 8 pagi untuk peserta didik usia 8 sampai 10 tahun, jam 13 atau Ba’da Asar untuk se-usia SD, Dan usai shalat magrib untuk se-usia SMP dan SMA sampai jam 9 malam dengan materi pelajaran diantaranya taklim muta’alim, jurumiah dan sebagainya.

Harapan ustadz Kardi sebagai pimpinan sekaligus pengasuh Tempat Pendidikan Agama Al-Basmalah, agar pihak pemerintah, kabupaten, provinsi dan pusat serta pengusaha dan para anggota dewan, dapat memberikan bantuan fisik sarana dan prasarana.

“Murid yang kian hari dan waktu bertambah kondisi tempat untuk kegiatan belajar mengajar tidak layak, sedangkan dana sukarela dari peserta didik saat ini berjumlah 200 orang hanya Rp1000 sampai Rp2000 perorangnya, itupun banyak tidak memberi tapi tidak apa apa,” ungkapnya (09/12/21). (Yusup)

Baca Lainnya

Hari Raya Idul Fitri, Bupati Subandi Ajak Warga Sidoarjo Perkuat Silaturahmi dan Saling Memaafkan

21 Maret 2026 - 21:51

Konflik Timur Tengah Memanas, BP3MI Jatim Siagakan Satgas 24 Jam dan Antisipasi Lonjakan Kepulangan PMI

21 Maret 2026 - 21:46

Pastikan Arus Mudik Aman dan Terkendali, Bupati Bersama Forkopimda Sidoarjo Sidak Pos Pengamanan Malam Idul Fitri

21 Maret 2026 - 21:42

Gubernur Khofifah Siagakan OPD Hadapi Mudik Lebaran 2026, WFA Diterapkan Tanpa Ganggu Layanan Publik

18 Maret 2026 - 20:02

News Trending DAERAH