Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

NASIONAL

Ketua Kompor, Anton: Gas Air Mata Tragedi Kanjuruhan Harus Diusut Tuntas

LOGOS TNbadge-check


					Ketua Kompor, Anton: Gas Air Mata Tragedi Kanjuruhan Harus Diusut Tuntas Perbesar

DEPOK, transnews.co.id || Tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan 127 orang meninggal mendapatkan perhatian dari Ketua Komunitas Masyarakat Pemerhati Olahraga (KOMPOR) Anton Sujarwo.

Dirinya mengecam tindakan aparat kepolisian dalam menangani kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Minggu (01/10). Menurut Anton Sujarwo, apa yang dilakukan kepolisian diduga jadi pemicu banyaknya korban jiwa pada kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

“Apa yang dilakukan kepolisian dalam melakukan penindakan lewat gas air mata itu kelewatan. Yang terjadi hari ini harus diinvestigasi hingga tuntas,” tutur Anton Sujarwo dalam rilis tertulis, Minggu (02/10).

Ia menerangkan, dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations pada Pasal 19 jelas-jelas melarang penggunaan gas air mata dan senjata api saat mengamankan massa di dalam stadion.

“Penggunaan gas air mata di stadion sepak bola sesuai aturan FIFA dilarang. Hal itu tercantum dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations pada pasal 19 huruf b disebutkan bahwa sama sekali tidak diperbolehkan mempergunakan senjata api atau gas pengendali massa,” jelasnya

Akibatnya, lanjut Anton, banyak penonton yang sulit bernapas dan pingsan. Sehingga, banyak jatuh korban yang terinjak-injak di sekitar Stadion Kanjuruhan Malang.

“Jatuhnya korban tewas akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan harus diusut tuntas.” tandasnya.

Pada kesempatan itu, dirinya selaku Ketua Umum KOMPOR menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya 127 orang dalam insiden itu

“Saya turut berdukacita atas meninggalnya rekan-rekan suporter dari Arema FC dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kesabaran. Aamiin,” tutupnya. *

Baca Lainnya

Atasi Lonjakan Distribusi Barang, Peneliti UPER Raih Pendanaan RIIM KI untuk Kembangkan Kendaraan Otonom Logistik

20 Maret 2026 - 10:57

Pengamanan Obvitnas PLN UPT Cikupa Siaga Jelang Libur Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 H

19 Maret 2026 - 22:12

Dugaan Oknum TNI Terlibat Penyiraman Air Keras, BEM PSI: Jangan Lindungi Pelaku!

19 Maret 2026 - 18:52

Gubernur Khofifah Siagakan OPD Hadapi Mudik Lebaran 2026, WFA Diterapkan Tanpa Ganggu Layanan Publik

18 Maret 2026 - 20:02

News Trending DAERAH