Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

EKBIS

Kondisi Ketahanan Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru di Prov Banten Aman Terkendali

LOGOS TNbadge-check


					Kondisi Ketahanan Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru di Prov Banten Aman Terkendali Perbesar

Serang, TransNews.co.id-Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Babar Suharso menegaskan, kondisi ketahanan pangan menjelang Natal 2020 dan Tahun Baru aman dan terkendali.

“Inflasi bahan pokok dan penting masih terkendali,” kata Barbar dalam telekonferensi High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dengan agenda Kondisi Ketahanan Pangan Menjelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 Provinsi Banten Selasa, (8/12/2020).

Dijelaskan Babar, terjadi efek domino terhadap daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19. Di pasar tradisional, pada Triwulan III 2020 terjadi penurunan omset pada pedagang hingga 50 persen.

Pada Triwulan IV 2020 terjadi peningkatan omset, menjadi 80 persen. Salah satunya adanya peningkatan permintaan bahan pokok untuk bantuan sembako.

Masih menurut Babar, pada Triwulan IV 2020 diharapkan tekanan terhadap pertumbuhan sektor industri di Provinsi Banten berkurang seiring dengan meningkatnya permintaan ekspor barang.

Pada Triwulan III 2020, pertumbuhan sektor industri di Provinsi Banten tertekan hingga -5.12 persen. Pada situasi normal, rata-rata kontribusi sektor industri terhadap PDRB Provinsi Banten mencapai 30 persen.

“Perlambatan sektor industri berdampak pada sektor perdagangan. Pada Triwulan III 2020, sektor perdagangan mengalami pertumbuhan negatif hingga 2,26 persen. Sementara, rata-rata kontribusi sektor perdagangan perdagangan terhadap PDRB Provinsi Banten mencapai 13,5 persen,” jelas Babar.

“Bahan baku industri masih mengandalkan impor, sehingga berdampak pada sektor perdagangan,” tambahnya.

Akibat pandemi Covid-19, lanjut Babar, dapat mempengaruhi daya beli masyarakat.

“Keberadaan BUMD Agrobisnis Banten Mandiri mudahan-mudah mampu mengintervensi ketersediaan bahan pokok dan mampu memberikan subsidi untuk keterjangkauan masyarakat,” harap Babar.(Up) Editor:Nas

Baca Lainnya

Jaga Keandalan Aset Transmisi dan Kinerja Perusahaan, PLN UIT JBB Tingkatkan Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran

25 Juni 2026 - 18:55

Festival Depok Heritage 2026: Kenalkan Akar Sejarah dan Nilai Toleransi ke Generasi Muda

25 Juni 2026 - 18:44

Sekolah Rakyat Pacitan Beroperasi Tiga Shift, Progres Tembus 83,9 Persen

25 Juni 2026 - 18:28

Dukung Gerakan Cinta Kampus, Ketua DPRD Usulkan Diperluas Jadi Gerakan Cinta Jepara

25 Juni 2026 - 14:03

News Trending DAERAH