Depok, Transnews.co.id – Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) membantah dugaan keterlibatan salah satu prajuritnya dalam narasi yang menyebut tengang backup gudang penimbunan solar.
Melalui keterangan resmi dari Penerangan Kostrad, informasi yang menyebutkan adanya personel Kostrad yang melakukan backup terhadap kegiatan penimbunan BBM jenis solar ilegal di lokasi bekas Hotel Geng Gong adalah tidak benar dan tidak sesuai fakta di lapangan.
Berikut keterangan resmi dan penjelasan Penerangan Kostrad melalui Kapen.
1. Keberadaan personel Kostrad di lokasi tersebut tidak berkaitan dengan kegiatan pengamanan, penjagaan maupun backup terhadap gudang yang diduga digunakan sebagai tempat penimbunan BBM. Pada saat kejadian, personel tersebut sedang dalam perjalanan dari arah Jakarta menuju Cilodong.
2. Saat melintas di sekitar bekas Hotel Geng Gong, yang bersangkutan melihat adanya perkelahian antara Pak Ogah dengan pengemudi taksi Blue Bird. Melihat kejadian tersebut, personel menghentikan kendaraan dan turun dengan maksud membantu melerai perkelahian agar situasi tidak berkembang.
3. Dalam kejadian tersebut, terdapat seorang pengemudi mobil Nissan Livina yang melakukan perekaman terhadap peristiwa tersebut. Karena merasa keberatan dirinya turut direkam, personel Kostrad kemudian mengejar kendaraan tersebut dengan maksud menanyakan alasan dirinya direkam. Tindakan tersebut tidak berkaitan dengan upaya mengamankan maupun menutupi kegiatan penimbunan BBM.
4. Terkait dugaan lokasi bekas Hotel Geng Gong digunakan sebagai gudang penimbunan solar, sekitar pukul 08.00 WIB telah dilakukan pengecekan oleh Aparat Penegak Hukum (APH) setempat yang melibatkan unsur Polsek, Polres dan Denpom 2 Cijantung. Berdasarkan hasil pengecekan, *tidak ditemukan adanya BBM maupun barang yang disimpan di dalam gudang tersebut, dan kondisi gudang dalam keadaan kosong.*
Dengan demikian, informasi yang mengaitkan keberadaan personel Kostrad dengan kegiatan backup gudang penimbunan solar adalah tidak benar / hoaks.
Keberadaan personel di lokasi semata-mata karena melihat adanya perkelahian dan berupaya melerai, serta selanjutnya meminta klarifikasi kepada pengemudi yang melakukan perekaman.
Tidak terdapat keterlibatan personel Kostrad dalam kegiatan penimbunan maupun pengamanan BBM ilegal. Demikian disampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman.












Komentar ditutup.