Kota Depok Telah Dewasa

Penulis: Ade Febri
Editor: Dimas Pramudya

Depok – Kota Depok telah dewasa, 25 tahun usianya. Beragam kegiatan mewarnai peringatan Hari Jadi Kota Depok, kota yang pernah menerapkan pola hidup One Day No Rice (ODNR) dan One Day No Car (ODNC).

Tahukah kamu sejarah 27 April 25 tahun yang lalu, sejarah yang mengubah Kota Depok menjadi kota yang mandiri dan Sejarah Penetapan Hari Jadi dan Lambang Kota Depok? Inilah sedikit rangkuman dari beberapa sumber yang pernah ikut terlibat didalamnya.

Bacaan Lainnya

Keterangan pertama dari Agus Sutondo, salah satu anggota dewan pertama di Kota Depok yang telah menjadi Madya, dari Administratif Bogor.

Agus Sutondo atau Aston mengenang sejarah kalau dirinya pernah menjadi bagian dari Penetapan Hari Jadi dan Lambang Kota Depok. Ia bilang, pembahasannya sangat alot, butuh waktu berhari-hari untuk dapat memutuskan hasil.

Aston katakan, beberapa anggota Panitia Khusus (Pansus) berpendapat bahwa Hari Jadi Kota Depok jatuh pada tanggal 13 Maret 1714, bertepatan ketika Cornelis Chastelein membuat testament tentang penyerahan tanah depok seluas 1244 Hektar.

Beberapa anggota pansus lainnya juga ada yang berpendapat bahwa Hari Jadi Kota Depok jatuh pada 04 Agustus 1952, berdasarkan musyawarah orang-orang depok dari ahli waris Cornelis Chastelein.

baca juga :  DPRD Menggelar Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-24 Kota Depok

Sebagian kecil anggota pansus lainnya juga ada yang berpendapat bahwa Hari Jadi Kota Depok jatuh pada 18 Maret 1982, bertepatan dengan tanggal peresmian Depok menjadi Kota Administratif Depok (Kotif).

Semua pendapat dan gagasan itu yang membuat rapat berjalan alot, tidak menemui titik terang, hingga 7 hari lamanya. Aston bercerita, adu gagasan lumayan berjalan panas namun tidak sampai baku hantam.

Setelah seminggu, dengan kelapangan hati semua Pansus akhirnya pendapat dan gagasan itu dibulatkan, disepakati bahwa Hari Jadi Kota Depok jatuh pada tanggal 27 April 1999.

Penetapan ini berpedoman pada Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan Kotamadya Daerah Tingkat II Cilegon yang ditandatangani pada tanggal 27 April 1999.

Maka berdasarkan undang-undang ini status Kota AdminIstratif Depok berubah menjadi Kota hingga menjadi suatu dasar yang bersejarah dan tepat untuk menjadi Hari Jadi Kota Depok.

Selain Aston, ada juga Bambang Sutopo, Aleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dulu namanya hanya Partai Keadilan dengan Presidennya Nurmahmudi Ismail.

HBS sapaan akrabnya membenarkan segala penuturan Aston tentang sejarah Hari Jadi dan Lambang Kota Depok, selainnya ia bersyukur pernah menjadi bagian awal dari sejarah berdirinya Depok, kota dengan teras bernama Margonda.

baca juga :  DPRD Menggelar Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-24 Kota Depok

HBS hampir tidak pernah membayangkan bisa menjadi bagian dari sejarah berdirinya suatu kota, hingga merencanakan awal pembangunan di kota tersebut. HSB 25 tahun lalu juga ikut dalam rencana pembangunan daerah jangka panjang untuk Kota Depok.

Kini setelah 20 tahun, HBS kembali ke Depok dan melihat sendiri sejarah yang telah dibuatnya bersama anggota DPRD lainnya di Depok. Depok maju disebutkannya.

HBS kawan dekat dari Novli Adri S itu berharap semoga dirinya bisa ikut berkiprah kembali dalam merancang Visi Pembangunan Kota Depok/RPJPD 20 tahun kedepan.

Dari daftar 23 nama Anggota Pansus perumus Hari Jadi Kota Depok, beberapa telah meninggal dunia dan kita doakan jasanya diterima Tuhan sebagai suatu kebaikan.

Sebagian Anggota Pansus juga  masih aktif di dunia politik hingga saat ini seperti Imam Budi Hartono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Depok, Hasbulllah Rahmad yang kembali terpilih di DPRD Provinsi Jawa Barat dan Bambang Sutopo di DPRD Kota Depok.

Selain itu, ada juga yang menjadi pengamat Politik dengan membuat lembaga survei seperti Bernhard. Aston sendiri terlihat masih aktif wara-wiri dalam dunia perpolitikan di kota yang selalu menjadi trending dalam pemberitaan, viral petcah.
Baiklah, kita tutup tulisan yang sedikiti ini.

baca juga :  DPRD Menggelar Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-24 Kota Depok

Sejarah mencatat, inilah nama-nama Anggota Pansus Hari Jadi dan Lambang Kota Depok.

1. H. Maruf Aman (Alm)
2. Benhard, SH
3. H.Mansyuriah
4. Letkol Palgunadi (Alm)
5. H. Imam Budi Hartono
6. H.Haryono (Alm)
7. Mulani MK (Alm)
8. H. Damanhuri (Alm)
9. H. Ahmad Dahlan
10. Hj. Ratna Nuriana
11. H. Bambang Sutopo.
12. H. TB.Adung Sodiq
13. H. Agus Sutondo
14. Hiras Toni Hutapea (Alm)
15. Rafi Ahmad (Alm)
16. H. Sutikno (Alm)
17. Letkol H. Sumaris  Sudamara
18. H. Syamsirwan
19. Sutadi, SH
20. H.Naming D Bothin (Alm)
21. Letkol H.Muhammad Amin
22. H.Hasbullah Rahmat
23. Togu Sibuea, MM.

Dirgahayu Kota Depok Ke-25
27 April 1999 – 27 April 2024

Nyok Kita Bangkit Menuju Kota Depok yang Lebih Maju, Berbudaya dan Sejahtera.

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, silahkan mengirim sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: transnewsredaksi@gmail.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *