Menu ✖

Otomatis

DAERAH

Lebih dari Dua Tahun Menjabat, Surat Pernyataan Kades Kertajaya Dipertanyakan

LOGOS TNbadge-check

Lebih dari Dua Tahun Menjabat, Surat Pernyataan Kades Kertajaya Dipertanyakan Perbesar

Karawang, Transnews.co.id – Kepala Desa Kertajaya Kecamatan Jayakerta Kabupaten Karawang Jawabarat siap mengundurkan diri dan diberhentikan jika dirinya terpilih selama 2 tahun masa jabatannya sebagai Kepala Desa tidak merealisasikan pernyataannya.

Kades Kertajaya (SA) Dalam surat Pernyataannya Politik 02 April 2018 Diatas Materai Rp. 6000,saat mengikuti perhelatan politik pencalonan Kepala Desa untuk menjadikan Desa Kertajaya Hebat,tertuang dalam surat pernyataannya 02 April 2018.

Menurut salah seorang warga Ino dalam keterangannya pernyataan yang dibuat oleh Kades SA belum bisa dibuktikan sebagaimana dalam surat pernyataannya.

Kades Kertajaya SA yang telah memenangkan perhelatan politik Pilkades dan dilantik 14 Desember 2018,membuat pernyataan yang tidak tanggung tanggung ” jika 2 tahun menjabat manakala program yang dinyatakan tidak direalisasikan ” SIAP DIBERHENTIKAN ATAU MENGUNDURKAN DIRI.

Pernyataan Kades Kertajaya, yang belum dapat dibuktikan diantaranya program ekonomi kerakyatan akan mengucurkan dana dan memberikan bantuan sebesar 2-3 Jt kepada satu pedagang kecil melalui Dana Des, disesuaikan dengan jumlah anggaran yang berlaku pertahun.

Program wajib didik untuk usia 12-20 tahun dan seterusnya, program wajib didik internet,wajib didik bahasa Inggris,wajib didik bahasa Arab,wajib didik Baca Al-Qur’an Dan Tajwid.

Bahkan ada pernyataan yang dibuat oleh Kades Kertajaya SA ” Saya SA/Lurah E ” Demi Allah jika Terpilih dirinya akan mendanai keberangkatan satu kali Umrah kepada beberapa orang ustadz diantaranya ust.A.terhitung semasa jabatannya. Ironisnya Janji Itu di ucapkan Diatas Sumpah Dengan Nama Allah,sampai saat ini, juga belum ada buktinya.

Pernyataan Kades atas janjinya tidak dapat dijustipikasi itu merupakan janji politik,patut dilakukan uji materi oleh para pihak yang berkompeten pemerintah serta pihak APH.

Diduga pernyataan Kades berpotensi melanggar Undang undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa dalam bagian dan pasal dimaksud melakukan tindakan diskriminatif, melakukan tindakan meresahkan, melanggar larangan, melanggar sumpah janji.

“Kepala Desa berhenti bukan permintaan warga, konsekwensinya karena permintaan sendiri begitupun atas permintaannya diberhentikan Itupun sesuai permintaan sendiri sebagaimana dalam pernyataan yang dibuat oleh Kades” Ujar ino (11/1/2022).

Hingga berita ini terexpouse pihak Kepala Desa belum berhasil dikonfirmasi. (Yusup)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Sidoarjo Siagakan 17 Pompa Air dan Empat Posko Bencana

7 Nov 2026 - 04:34 WIB

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Sidoarjo Siagakan 17 Pompa Air dan Empat Posko Bencana

Bupati Subandi Tegaskan Zero Tolerance Suap dan Gratifikasi, Perkuat Pengawasan di Sidoarjo

5 Nov 2026 - 18:24 WIB

Bupati Subandi Tegaskan Zero Tolerance Suap dan Gratifikasi, Perkuat Pengawasan di Sidoarjo

Pembangunan SPAM Sumber Durmo Kabupaten Malang Capai 50 Persen, Deviasi Surplus 6 Persen

5 Nov 2026 - 18:22 WIB

Pembangunan SPAM Sumber Durmo Kabupaten Malang Capai 50 Persen, Deviasi Surplus 6 Persen

​Resmi Dilantik, Anggota BPD Se-Kecamatan Puger Siap Kembangkan Tata Kelola Desa

5 Nov 2026 - 17:26 WIB

​Resmi Dilantik, Anggota BPD Se-Kecamatan Puger Siap Kembangkan Tata Kelola Desa

Gubernur Khofifah Letakkan Batu Pertama Rutilahu di Probolinggo, Lima Warga Dapat Bantuan Renovasi

4 Nov 2026 - 19:20 WIB

Gubernur Khofifah Letakkan Batu Pertama Rutilahu di Probolinggo, Lima Warga Dapat Bantuan Renovasi

Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Malang Tuntas 100 Persen, Siap Diresmikan

4 Nov 2026 - 19:16 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Malang Tuntas 100 Persen, Siap Diresmikan
Trending di DAERAH