Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

NASIONAL

Luar Biasa! Capaian Vaksinasi Indonesia Lampaui Target WHO

LOGOS TNbadge-check


					Ilustrasi Vaksin Perbesar

Ilustrasi Vaksin

Jakarta, Transnews.co.id – Badan Kesehatan Dunia atau WHO menargetkan setiap negara untuk memvaksinasi sekurangnya 40 persen dari populasi pada akhir tahun 2021 dan 70 persen pada pertengahan 2022. Dengan cakupan vaksinasi dosis pertama sebesar 62,5 persen dan dosis kedua yang mencapai 40,4 persen per 14 November 2021, Indonesia telah melampaui target yang telah ditetapkan oleh WHO tersebut.

“Indonesia berhasil mencapainya lebih cepat dari target WHO,” ujar Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi, Senin (15/11/2021).

Berdasarkan data dari Kemenkes, hingga Senin (15/11/2021) pukul 12.00 WIB, cakupan vaksinasi di tanah air telah mencapai 215,17 juta dosis vaksin COVID-19. Sekitar 130,62 juta orang atau 62,72 persen dari 208,2 juta sasaran telah menerima dosis pertama dan lebih dari 84,55 juta atau 40,60 persen sudah mendapatkan dosis kedua. Untuk vaksinasi dosis ketiga atau booster bagi tenaga kesehatan sudah diberikan kepada sekitar 1,19 juta orang atau 81,11 persen dari target sasaran.

“Pencapaian ini merupakan kerja keras seluruh komponen bangsa sebagai penyelenggara vaksinasi dan juga partisipasi dari seluruh rakyat Indonesia yang bersedia untuk divaksinasi,” ujar Nadia.

Lebih lanjut, Nadia mengungkapkan, dengan tambahan 4 juta dosis vaksin Sinovac yang tiba pada Sabtu (13/11/2021), jumlah vaksin COVID-19 yang telah tiba di Indonesia mencapai 342,5 juta dosis baik dalam bentuk jadi maupun bahan baku atau bulk.

Nadia mengimbau masyarakat untuk tidak perlu ragu dengan vaksin yang ada, tidak perlu memilih merk vaksin, serta segera menggunakan vaksin yang tersedia saat ini.

“Pemerintah menjamin vaksin yang diberikan kepada masyarakat aman, bermutu, dan berkhasiat,” ujarnya.

Vaksin, imbuh Nadia, membuat tubuh relatif lebih tahan serangan virus, bisa menghindarkan dari gejala, perawatan di rumah sakit, dan mengurangi risiko kematian.

“Akan tetapi [vaksin] tidak menjadikan seseorang kebal 100 persen terhadap infeksi virus, sehingga masih dapat tetap tertular dan menularkan. Bagi yang sudah divaksin agar tetap menjalankan protokol kesehatan 5M,” tandasnya.

Baca Lainnya

Perkuat Keandalan Pasokan Listrik Kawasan Strategis Jakarta, PLN Rampungkan Penggantian Transformator di GIS 150 kV Danayasa

12 Juli 2026 - 18:22

BRI BO Gatot Subroto Tebar 90 Paket Jumat Berkah ke Panti Asuhan Khoirul Ittihad Jakarta

11 Juli 2026 - 18:42

Dari Listrik untuk Kehidupan, PLN Bekali Warga dengan Keterampilan Digital Masa Depan

9 Juli 2026 - 14:49

SWI Pusat Audiensi Dengan Dewan Pers, Bahas Standar Organisasi dan Validitas Anggota

8 Juli 2026 - 06:33

News Trending NASIONAL