Masyarakat Antusias Penuhi Menara Syariah Ikuti Rukyatul Hilal

BANTEN, trannews.co.id  – Masyarakat antusias menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan dengan menghadiri Rukyatul Hilal Penentuan Awal Ramadhan 1445 H tahun 2024 di Menara Syariah lt.7 Jalan Pantai Indah Kapuk 2, Tangerang, Banten

Dalam Rukyatul Hilal tersebut, tampak hadir H. Dr. Firdaus Djaelani sebagai Preskom PT Fin Centerindo Satu, jajaran staf, dan ribuan masyarakat.

Firdaus Djaelani mengatakan dipilihnya Menara Syariah sebagai Pusat Observasi Bulan (POB) karena memiliki tempat yang strategis dan bisa melihat dengan baik ke arah ufuk. Hal itu juga dibenarkan Humas Menara Syariah Dr. Andriliwan Muhamad.

“Kegiatan ini bekerjasama dengan Kemenag RI dan bagian dari menyambut bulan suci ramadhan yang sudah direncanakan sebelumnya. Kami turut memantau Rukyatul Hilal seperti dari NU memantau 101 titik di Indonesia. Kita di titik 102 yang berupaya membantu masyarakat dan pemerintah menyambut Ramadan,” ujarnya seusai Rukyatul Hilal.

Menurutnya, menara syariah merupakan icon dari Islamic Business and Financial Center,merupakan bagian dari kawasan pengembangan ekonomi syariah di PIK2.

“Kedepannya akan dibuka secara umum untuk masyarakat karena antusiasme yang tinggi. Kita saja kaget, ada orang yang datang dari jauh-jauh ikut menyaksikan hilal disini. Apalagi, sebagai kawasan Ekonomi Syariah meliputi Perbankan Syariah, Asuransi Syariah, Fintech Syariah, sekaligus juga tempat pendidikan Human Capit dalam bidang Ekonomi Syariah,” terangnya.

Menara Syariah merupakan kolaborasi dari Agung Sedayu Grup/Salim Grup, bersama Matrix Concepts Holding dari Malaysia dan PT Fin Centerindo Dua.

“Bapak Wakil Presiden RI beberapa waktu lalu pesan Gedung Menara Syariah di PIK 2 menjadi tempat untuk mengkoordinasikan dan membangun ekosistem syariah. Mulai dari aspek keuangan (fnance), industri halal, hingga bisnis syariah sepert fashion dan wisata halal,” katanya.

Utusan dari Bimas Kemenag RI Ustadz Syarif Hidayat dipercaya melakukan pemantauan hilal melalui teleskop. Meunutnya berdasaskan imkanurrukyat posisi hilal tidak bisa dilihat karena ketinggian hanya 0,6 derajat. Sedangkan menurut kriteria Mabims imkanur rukyat 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

“Jadi, besar kemungkinan bulan syaban diistikmalkan 30 hari dan awal ramadan 1445 H jatuh pada hari Selasa. Tentunya, kita menungu keputusan sidang isbat yang dilaksnakan Kementerian Agama RI,” jelasnya.

Pematauan dilakukan saat matahari terbenam disaksikan juga dari NU, tokoh masyarakat dan lainnya. Program ke depan akan banyak diselenggarakan beragam kegiatan seperti Rukyatul Hilal pada penentuan jelang 1 Syawal 1445 H mendatang.

Loading

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/ atau berita tersebut di atas, Silahkan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagai-mana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: transnewsredaksi@gmail.com