DEPOK, transnews.co.id – PT Tirta Asasta Depok (Perseroda) menggelar evaluasi kinerja perusahaan hingga September 2026 sekaligus mematangkan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2027.
Rapat evaluasi direksi ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Mangnguluang Mansur, bersama jajaran komisaris dan manajer.
Direktur Utama PT Tirta Asasta Depok (Perseroda), M. Olik Abdul Holik, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membahas secara komprehensif pencapaian kinerja bulan September 2026 yang dibandingkan dengan anggaran, realisasi kumulatif periode Januari hingga September, capaian triwulan III, serta persiapan program kerja tahun mendatang.
Berdasarkan hasil evaluasi, kinerja BUMD air minum Kota Depok tersebut secara umum menunjukkan tren positif. Sejumlah indikator utama berhasil memenuhi target anggaran, mencakup pendapatan, efisiensi biaya, perolehan laba, penambahan sambungan pelanggan baru, hingga aspek operasional.
“Secara keseluruhan, kalau dibandingkan antara anggaran dengan realisasi, alhamdulillah semuanya tercapai. Baik dari sisi pendapatan, biaya, laba, sambungan baru, operasional, dan lainnya,” terang Olik, Selasa (13/10/2026).
Meski menorehkan capaian positif, PT Tirta Asasta Depok tetap berfokus melakukan pembenahan pada sejumlah bidang, salah satunya efektivitas pengelolaan pelanggan nonaktif. Langkah pembenahan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga kinerja bisnis sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat Kota Depok.
Olik berharap, poin-poin evaluasi ini dapat menjadi bahan perbaikan bagi seluruh jajaran perusahaan untuk menyelesaikan program kerja 2026 secara optimal, sekaligus menyusun strategi yang lebih terarah untuk tahun berikutnya.
Selain evaluasi kinerja, rapat tersebut difokuskan untuk mematangkan penyusunan RKA 2027. PT Tirta Asasta Depok menargetkan dokumen perencanaan tersebut dapat diselesaikan paling lambat akhir November 2026 dengan mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 23 Tahun 2024.
“Kita targetkan penyusunan rencana kerja dan anggaran 2027 selesai maksimal akhir November 2026. Alhamdulillah, masukan-masukan dari komisaris juga sangat luar biasa, sehingga kerja-kerja kita di sisa 2026 dan 2027 bisa lebih bagus lagi ke depan,” jelasnya.
Ia menambahkan, berbagai masukan dari dewan komisaris menjadi pertimbangan penting dalam menyempurnakan perencanaan serta menentukan langkah-langkah strategis BUMD tersebut.
“Melalui evaluasi berkala dan perencanaan yang matang, program kerja diharapkan berjalan lebih efektif serta selaras dengan target yang telah ditetapkan,” tutup Olik.












Komentar ditutup.