Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

NASIONAL

Mendagri Pelopori MoU Penanganan Banjir dan Longsor Wilayah Jabodetabekpunjur

LOGOS TNbadge-check

Tangerang,transnews.co.id-Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menandatangani dokumen kemitraan bersama dan rencana aksi penangulangan banjir dan longsor di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur (Jabodetabekpunjur).

Penandatanganan tersebut secara digital melalui virtual menggunakan Video Conference, Selasa (02/06/2020).

Acara dihadiri Menteri Dalam Negeri, Menteri PPN/Kepala BAPPENAS, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Lingkungan Hidup, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara.

Hadir juga Gubernur DKI Jajarta, Gubernur Banten, Gubernur Jawa Barat, Bupati Bogor, Bupati Tangerang, Bupati Cianjur, Bupati Bekasi, Wali Kota Bogor, Wali Kota Depok, Wali Kota Bekasi, Wali Kota Tangerang dan Wali Kota Tangerang Selatan.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan penandatanganan komitmen tersebut diharapakan bisa membuahkan hasil yang konkret terhadap penanggulangan masalah banjir yang ada di Kabupaten Tangerang.

“Semoga dengan adanya kesepakatan ini masalah banjir di wilayah Jabodetabekpunjur khususnya di Kab. Tangerang bisa teratasi berkat adanya keselarasan dan komitmen bersama
dokumen kemitraan bersama,” kata Zaki.

Menteri Dalam Tito Karnavian yang memimpin jalannya acara tersebut menjelaskan terkait penanganan banjir dan longsor di wilayah Jabodetabekpunjur dapat diatasi bersama oleh pimpinan daerah baik yang di hulu dan hilir.

Mendagri mengatakan, hari ini kita melakukan kegiatan yang sangat penting dan monumental kita melakukan penandatanganan komitmen bersama penanganan banjir di Jabodetabekpunjur, masalah banjir dan longsor adalah masalah bersama dan saling keterkaitan antara satu daerah dengan daerah lainnya,” Kata Tito.

Menurut Tito pemerintah melihat ada kaitan antara daerah hulu terutama di daerah resapan air seperti di Bogor Cianjur dan kemudian daerah Tengah seperti Bogor kota Bogor Kabupaten serta Depok dan juga daerah-daerah Hilir yaitu Jakarta, Tangerang, dan Bekasi.

“Kita melihat penanganan banjir masih dilakukan secara parsial karena apa yang terjadi di daerah hulu berpengaruh besar terhadap daerah tengah dan daerah hilir. Apa yang dilakukan daerah Hilir juga sangat penting karena berpengaruh juga kepada daerah-daerah yang lain,” bebernya.

Karena itu Tito melanjutkan, perlu dilakukan kegiatan kebersamaan upaya kerjasama antar daerah untuk itulah presiden sudah mengadakan rapat langsung dengan kepala daerah terkait, Presiden meminta perlu adanya kerjasama terpadu antara daerah hulu tengah dan hilir.(Sol/HMs)Editor:Nas

Baca Lainnya

Pemprov Jatim Luncurkan Beasiswa Santri 2026, Sediakan 1.100 Kuota hingga Program STEM

11 Juni 2026 - 19:13

Bupati Pastikan Tepat Sasaran, 181.422 Ribu Warga Sidoarjo Terima Bantuan Pangan

11 Juni 2026 - 17:15

Sulap Sawah Dilindungi Jadi Tambak Udang, Pengusaha di Batang Ditangkap Polisi

10 Juni 2026 - 21:17

Bidik Predikat PKP-BJ Proaktif, Mangnguluang Mansur Tegaskan Kota Depok Optimis Naik Kelas

10 Juni 2026 - 19:55

News Trending DEPOK