MALANG, transnews.co.id – Rangkaian Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 Nusantaraya Senyawa di Malang Raya resmi dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Malanh. Jumat (7/11/2025) malam
Dalam sambutannya, Menekraf Teuku Riefky menyampaikan optimisme bahwa dari Kota Batu akan lahir kreator-kreator kelas dunia.
“Kami melihat potensi luar biasa dari Malang Raya, khususnya Kota Batu. Di sini, industri kreatif menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai karya kreatif telah lahir dari Kota Batu mulai dari fashion, film, kuliner, hingga agrokreatif. Ia juga menyoroti kreativitas anak-anak dalam memperkenalkan industri kreatif melalui storytelling yang edukatif dan menyenangkan.
“Kulinernya luar biasa, grand design agrokreatifnya juga sedang dikembangkan oleh Wali Kota. Ini tujuan yang baik dan kami siap mendukung,” tambahnya.
Teuku Riefky mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan Jawa Timur sebagai salah satu dari 15 provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif nasional. Berdasarkan data BPS, Jawa Timur masuk dalam lima besar nasional untuk sektor investasi dan ekspor industri kreatif.
“Salah satu kekuatan Jawa Timur ini ada di Malang Raya, termasuk Kota Batu. Kami harapkan Kota Batu bisa menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah membina pelaku ekonomi kreatif agar tidak hanya sekadar hobi, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan dan lapangan kerja,” paparnya.
Menekraf juga memberikan apresiasi kepada panitia dan komunitas kreatif Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) yang konsisten mendukung pengembangan potensi daerah serta mendorong tumbuhnya kreativitas anak bangsa.
Ia berharap kehadiran pemerintah, kementerian, dan komunitas kreatif dapat semakin memperkuat para pelaku industri kreatif melalui pendampingan, pelatihan, serta pemanfaatan teknologi digital.
“Budaya adalah akar yang harus dilindungi. Dengan sentuhan inovasi, teknologi, dan digitalisasi, ekonomi kreatif Indonesia akan semakin tumbuh,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk, pendampingan usaha, perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI), serta optimalisasi platform digital sebagai sarana memperluas pasar ekonomi kreatif nasional.
Sementara itu, Wali Kota Batu Nurochman menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif lokal. Salah satunya melalui kegiatan Produk Lokal Festival yang telah diselenggarakan selama tujuh tahun berturut-turut.
“Acara ini merupakan hasil sinergi, kolaborasi, dan inovasi yang bisa menjadi potret Indonesia dan dunia tentang bagaimana ekonomi kreatif tumbuh dari daerah,” ujar Nurochman.
Kota Batu, lanjutnya, memiliki kekayaan alam dan budaya yang sejalan dengan semangat ICCF 2025, yaitu menata ulang kekuatan lokal agar tumbuh berkelanjutan, mandiri, dan berdaya saing.
Pemerintah Kota Batu berkomitmen memperkuat sektor ekonomi kreatif melalui dukungan terhadap UMKM, inkubasi bisnis digital, festival budaya berkelanjutan, serta pengembangan destinasi wisata tematik berbasis kearifan lokal dan teknologi hijau.
Adapun Produk Lokal Fest 2025 yang mengusung tema “Egalitarian” terselenggara berkat dukungan Dinas Pariwisata Kota Batu, dengan berbagai kegiatan menarik seperti Band Performance, Gastronomi Exhibition, Pertunjukan Seni Budaya, Workshop, Networking, dan Creative Talk.
Sebagai informasi, ICCF 2025 di Malang Raya menampilkan beragam produk kreatif lokal mulai dari fashion, kuliner, film, musik, hingga kerajinan dengan tema “Egalitarian” yang menegaskan pentingnya ruang setara bagi seluruh pelaku kreativitas di Indonesia.











